PONTIANAK, Kalbar – Liputankpk.com – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Kalimantan Barat Abriansyah, S.H., M.H., mengecam keras pernyataan yang diduga dilontarkan Syamsul Jahidin dengan menyebut organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Melawi sebagai “ampas tahu”. Pernyataan tersebut dinilai tidak hanya melukai marwah organisasi kemasyarakatan, tetapi juga berpotensi memicu keresahan serta mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat.
Menurut Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalbar Abriansyah, S.H., M.H., yang juga dikenal dengan sapaan akrab O’Ok, setiap warga negara memiliki hak menyampaikan kritik maupun pendapat dalam negara demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat harus tetap menjunjung tinggi etika, saling menghormati, serta tidak menggunakan kata-kata yang berpotensi merendahkan martabat kelompok maupun organisasi lain.
“Kami sangat menyayangkan adanya penyebutan yang dianggap menghina organisasi kemasyarakatan. Ormas merupakan bagian dari elemen bangsa yang memiliki peran menjaga persatuan, membantu masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Pernyataan yang bernada merendahkan seperti itu tidak mencerminkan semangat persaudaraan,” tegasnya.
Ia menilai, penggunaan istilah “ampas tahu” terhadap ormas bukan sekadar persoalan pilihan kata, melainkan dapat ditafsirkan sebagai bentuk penghinaan terhadap kehormatan organisasi dan para anggotanya. Karena itu, semua pihak diminta lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, khususnya melalui media sosial.
O’Ok. juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah yang ditempuh organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Melawi dalam mencari penyelesaian melalui jalur yang konstitusional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebelumnya, sejumlah ormas di Melawi telah menyampaikan pernyataan sikap bersama dan melayangkan tuntutan agar Syamsul Jahidin mengklarifikasi pernyataannya serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat memecah belah kehidupan bermasyarakat.
“Kalimantan Barat dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan organisasi kemasyarakatan. Mari kita jaga keharmonisan dengan mengedepankan dialog yang santun, saling menghormati, dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujar O’Ok.
.
Di akhir pernyataannya, selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalbar ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara bermartabat sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan menghindari narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.( Mulyadi )












