SIANTAR – Liputankpk.com
Duka cita mendalam menyelimuti Kodam I/Bukit Barisan, setelah seorang siswa Sekolah Calon Tamtama (Secata) TNI Angkatan Darat ditemukan meninggal dunia di lingkungan Resimen Induk Kodam (Rindam) I/Bukit Barisan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Identitas Almarhum:
– Nama: Genial Gavensi Gulo (21)
– Tempat/Tgl Lahir: 2 November 2005
– Asal: Desa Laloanna I, Kec. Maro’o, Kab. Nias Barat, Sumut
– Jabatan: Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026
Kronologi Peristiwa:
Peristiwa berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026:
– Pukul 04.00 WIB: Almarhum diketahui tidak hadir pada kegiatan senam pagi rutin. Satuan segera melakukan pengecekan dan pencarian di lingkungan Secata Rindam I/BB.
– Pukul 10.25 WIB: Ditemukan dalam keadaan tergantung di salah satu pohon di lingkungan belakang Secata Rindam I/BB, telah meninggal dunia.
– Almarhum baru empat hari menjalani pendidikan, yang dimulai sejak Kamis, 16 Juli 2026.
Hasil Penyelidikan & Autopsi:
Tim Investigasi Kodam I/BB yang terdiri dari gabungan Staf Intel, Pomdam I/BB, Kesdam I/BB, Kumdam I/BB, Deninteldam, bersama tim forensik RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar menyimpulkan:
– Penyebab kematian: Akibat gantung diri
– Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban
– Keluarga telah mengetahui, menerima, dan mengizinkan pelaksanaan autopsi
Keterangan Resmi:
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy:
“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Penyebab atau motivasi almarhum masih didalami tim investigasi. Dari hasil penyelidikan, almarhum merupakan orang yang pendiam. Kodam I/Bukit Barisan berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami mengajak seluruh pihak menghormati privasi keluarga yang ditinggalkan dan tidak berspekulasi.”
Danrindam I/BB, Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti:
“Dia baru empat hari menjalani pendidikan. Yang menemukan korban adalah salah seorang pelatih. Penyebab kematian masih dalam pemeriksaan mendalam.”
Pemulangan Jenazah:
– Selasa, 21 Juli 2026 pukul 11.00 WIB: Jenazah diberangkatkan dari RSUD Dr. Djasamen Saragih menuju kampung halaman di Nias Barat menggunakan ambulans.
– Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB: Jenazah tiba di rumah duka di Kabupaten Nias Barat. Keluarga menyambut dengan tangis haru dan memeriksa kondisi tubuh almarhum.
Sorotan & Tanggapan:
Keluarga awalnya meminta autopsi menyeluruh. Setelah jenazah tiba di rumah duka, muncul sejumlah kejanggalan fisik yang disampaikan keluarga dan masyarakat, mendesak penyelidikan transparan dan tuntas. Pihak TNI menegaskan hasil otopsi menunjukkan tidak ada tanda kekerasan, namun tim investigasi masih mendalami motif kejadian.
Pewarta Warianto












