Sukabumi – Enam rekan media yang datang dengan itikad baik ke salah satu tempat Wisata di sepadan pantai pelabuan ratu desa Jayanti Kecamatan Pelabuan ratu di wilayah Kabupaten Sukabumi mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari Ketua RW.Yang berinisial TMN yang juga sebagai pengelola tempat Wisata sepadan pantai milik Desa Jayanti bisa juga di sebut sebagai perangkat desa.
hingga ke Enam rekan media yang awalnya ingin bersilaturahmi dengan tujuan untuk Mengangkat Potensi desa Jayanti yang notabene berada di wilayah pesisir pantai pelabuan ratu berada sangat tepat dengan ruang lingkup wisata.
Kejadian tersebut bermula saat ke 6 rekan media menyapa penjaga karcis di loket yang sudah biasa berada di tempat itu berjumlah 2 orang salah satunya mengatakan bahwa jika ada orang dari media harap menghubungi saudara TMN yang katanya ia sebagai ketua rw. Wilayah tersebut dan berkewenangan meng-cover para awak media yang datang saat sambungan telp tersambung dengan penjaga loket yang segera setelah nya di serahkan kepada sala satu jurnalis dari media LiputanKPK.com dengan jabatan sebagai kaperwil jawa barat dari media online nasional.
Saudara TMN yang di perkirakan sedang bersama teman nya saat bertlpn,sambil bercakap dengan rekan jurnalis Terdengar Teman nya. saudara TMN bertanya ada apa ? “ujar teman nya TMN.
“Jawaban TMN kepada teman nya.
“Eta aya wartawan bagong katanya dan ucapan itu terdengar jelas oleh rekan jurnalis yang memang sambungan tlpn belum terputus karena memang menggunakan ponsel penjaga loket,setempat.
Kedatangan mereka yang semata-mata ingin mengangkat potensi desa wisata dengan kerja sama publikasi kegiatan desa justru berujung pada kekecewaan mendalam.
Datang Baik-Baik, Disambut Nada Tinggi serta dengan ucapan yang tidak patut dan tidak beretika samasekali
Kedatangan para wartawan tersebut bertujuan Kerja sama itu berkaitan dengan publikasi kegiatan desa agar informasi pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.
salah satu wartawan dengan nada kecewa.
Akhirnya Dijelaskan, Tapi Terlanjur Menyakitkan.
Dan itu sudah sangat keterlaluan penghinaan kepada propesi “Wartawan Bagong” dan itu bisa di Pidanakan dengan kasus perlakuan tidak menyenangkan.
menjelaskan tujuan kedatangan secara baik-baik, kepala desa belum Terkonfirmasi untuk berbicara secara utuh.
Kekecewaan Berat enam Wartawan dengan
Peristiwa tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi enam wartawan yang hadir.
Mereka menilai sikap yang ditunjukkan tidak mencerminkan pelayanan publik yang terbuka dan profesional, terlebih terhadap insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Kami datang bukan untuk mencari masalah. Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik Tapi perlakuan yang kami terima sangat mengecewakan,” ungkap salah satu dari mereka.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan tentang keterbukaan informasi publik di tingkat desa serta bagaimana seharusnya hubungan antara pemerintah desa dan media dibangun secara profesional dan saling menghargai.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepala desa terkait dugaan sikap arogan tersebut.
Alfian.a KAPERWIL JABAR












