Liputan KPK.com, Robert.M.
Sulut,- Tawa riang dan pelukan hangat tiga sahabat itu terekam abadi dalam sebuah foto sederhana di tepi sirkuit Kelurahan Upai. Tak ada yang pernah menyangka, senyum penuh harapan sebelum balapan dimulai justru menjadi salam perpisahan terakhir mereka kepada dunia yang fana ini.

Hanya dalam hitungan detik, sorak sorai penonton berubah menjadi jerit histeris yang memilukan. Mobil balap yang hilang kendali melesat cepat menerjang kerumunan, merenggut napas serta mimpi tiga jiwa muda seketika, meninggalkan belasan korban luka dan luka batin yang tak terobati.
Kini, potret kebersamaan yang semula penuh kehangatan itu berubah menjadi saksi bisu yang menyayat hati. Kenangan indah persahabatan mereka kini menyisakan duka yang amat mendalam bagi keluarga serta kerabat, menyadarkan betapa cepatnya takdir memisahkan tanpa pernah memberi tanda. Jurnal, Robert.












