Kepala Sekolah SMP 1 Mandalle Bantah Isu Miring, Tegaskan Masalah Telah Diselesaikan Secara Damai Pangkep, 22 Juni 2025 — Menyikapi pemberitaan negatif yang beredar terkait insiden di SMP Negeri 1 Mandalle, Kabupaten Pangkep, Dinas Pendidikan setempat bertindak cepat dengan melakukan klarifikasi menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi dan menjaga integritas lembaga pendidikan. Langkah awal dilakukan oleh pengawas sekolah yang langsung turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Proses klarifikasi dilanjutkan dengan pertemuan resmi yang melibatkan Bapak Suardi, dipimpin oleh Kepala Bidang SMP dan pengawas sekolah, guna mendengarkan langsung penjelasan mengenai kejadian yang dilaporkan. Pertemuan terpisah juga dilakukan bersama Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle untuk menggali perspektif dari pihak sekolah. “Saat ini kami tengah mengkaji semua pernyataan yang telah dikumpulkan. Hasilnya akan kami sampaikan kepada Tim Evaluasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk dibahas lebih lanjut,” ujar salah satu pejabat Dinas Pendidikan. Seiring berjalannya proses, diketahui bahwa isu tersebut telah diselesaikan secara internal melalui pendekatan kekeluargaan. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle Amirullah langsung dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Jamil, dan bertemu secara langsung pada hari yang sama dengan diterimanya laporan awal. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan damai yang dianggap telah menyelesaikan masalah secara tuntas. Menurut Kepala Dinas Pendidikan H. Sabrun, pihaknya bersama pengawas sekolah, Kepala Bidang SMP, dan Sekretaris Dinas—telah mendatangi sekolah untuk memperoleh informasi lengkap dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil investigasi dan klarifikasi, diketahui bahwa insiden yang terjadi merupakan bentuk kesalahpahaman dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan demi menjaga hubungan baik, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle Amirullah telah menyampaikan, permohonan maaf secara langsung kepada istri Bapak Suardi. Kedua belah pihak, yakni Bapak dan Ibu Suardi, telah menerima permohonan maaf tersebut dengan lapang dada dan sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. “Kami telah menyampaikan keluhan secara resmi dan dapat memastikan bahwa persoalan ini telah selesai dengan baik. Seluruh proses penyelesaian juga telah diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, dan Kabid SMP,” ujar salah satu perwakilan pihak sekolah. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle,. Aminullah mengimbau kepada seluruh media dan masyarakat untuk tidak membesar-besarkan persoalan ini. Ia menegaskan bahwa permasalahan telah ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan sekolah dan diselesaikan secara damai bersama pihak keluarga yang bersangkutan. “Kami memohon kepada semua pihak untuk menghormati privasi individu yang terlibat, serta memberikan ruang bagi sekolah untuk kembali fokus menciptakan lingkungan belajar yang positif, aman, dan produktif bagi seluruh siswa,” ujarnya. Penyelesaian ini menjadi langkah penting dalam menjaga marwah dunia pendidikan dan memastikan bahwa hubungan antarwarga sekolah tetap harmonis. Pihak sekolah juga menekankan pentingnya menjaga citra lembaga pendidikan serta memberikan keteladanan dalam menyelesaikan konflik secara arif dan bijaksana.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kepala Sekolah SMP 1 Mandalle Bantah Isu Miring, Tegaskan Masalah Telah Diselesaikan Secara Damai

LiputanKPK.com. Pangkep, 22 Juni 2025 — Menyikapi pemberitaan negatif yang beredar terkait insiden di SMP Negeri 1 Mandalle, Kabupaten Pangkep, Dinas Pendidikan setempat bertindak cepat dengan melakukan klarifikasi menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi dan menjaga integritas lembaga pendidikan.

Langkah awal dilakukan oleh pengawas sekolah yang langsung turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Proses klarifikasi dilanjutkan dengan pertemuan resmi yang melibatkan Bapak Suardi, dipimpin oleh Kepala Bidang SMP dan pengawas sekolah, guna mendengarkan langsung penjelasan mengenai kejadian yang dilaporkan. Pertemuan terpisah juga dilakukan bersama Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle untuk menggali perspektif dari pihak sekolah.

“Saat ini kami tengah mengkaji semua pernyataan yang telah dikumpulkan. Hasilnya akan kami sampaikan kepada Tim Evaluasi Kinerja Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk dibahas lebih lanjut,” ujar salah satu pejabat Dinas Pendidikan.

Seiring berjalannya proses, diketahui bahwa isu tersebut telah diselesaikan secara internal melalui pendekatan kekeluargaan. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle Amirullah langsung dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Jamil, dan bertemu secara langsung pada hari yang sama dengan diterimanya laporan awal. Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan damai yang dianggap telah menyelesaikan masalah secara tuntas.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan H. Sabrun, pihaknya bersama pengawas sekolah, Kepala Bidang SMP, dan Sekretaris Dinas—telah mendatangi sekolah untuk memperoleh informasi lengkap dan memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil investigasi dan klarifikasi, diketahui bahwa insiden yang terjadi merupakan bentuk kesalahpahaman dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan demi menjaga hubungan baik, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle Amirullah telah menyampaikan, permohonan maaf secara langsung kepada istri Bapak Suardi. Kedua belah pihak, yakni Bapak dan Ibu Suardi, telah menerima permohonan maaf tersebut dengan lapang dada dan sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

“Kami telah menyampaikan keluhan secara resmi dan dapat memastikan bahwa persoalan ini telah selesai dengan baik. Seluruh proses penyelesaian juga telah diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, dan Kabid SMP,” ujar salah satu perwakilan pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mandalle,. Aminullah mengimbau kepada seluruh media dan masyarakat untuk tidak membesar-besarkan persoalan ini. Ia menegaskan bahwa permasalahan telah ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan sekolah dan diselesaikan secara damai bersama pihak keluarga yang bersangkutan.

“Kami memohon kepada semua pihak untuk menghormati privasi individu yang terlibat, serta memberikan ruang bagi sekolah untuk kembali fokus menciptakan lingkungan belajar yang positif, aman, dan produktif bagi seluruh siswa,” ujarnya.

Penyelesaian ini menjadi langkah penting dalam menjaga marwah dunia pendidikan dan memastikan bahwa hubungan antarwarga sekolah tetap harmonis. Pihak sekolah juga menekankan pentingnya menjaga citra lembaga pendidikan serta memberikan keteladanan dalam menyelesaikan konflik secara arif dan bijaksana.

Muh. Ilham Nur

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *