Alias Wello Sosialisasikan Program Magang dan Pendidikan di Korea Selatan, Tegaskan Bukan Tenaga Kerja Ilegal

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

LINGGA, liputankpk.com — Pendiri Politeknik Lingga, H. Alias Wello, mensosialisasikan program magang dan pendidikan lanjutan di Korea Selatan kepada orang tua dan mahasiswa. Program tersebut ditegaskan sebagai program pendidikan resmi dan tidak terkait dengan pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri.

Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya meluruskan persepsi publik, menyusul maraknya pemberitaan mengenai pengiriman tenaga kerja ilegal ke sejumlah negara.

“Program ini berbeda dan tidak ada kaitannya dengan pengiriman tenaga kerja ilegal seperti yang ramai diberitakan. Ini merupakan program pendidikan resmi yang memiliki dasar hukum jelas,” ujar Alias Wello saat kegiatan sosialisasi di Politeknik Lingga, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, Politeknik Lingga telah menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan dua perguruan tinggi di Korea Selatan. Selain itu, pelaksanaan program tersebut juga akan dilaporkan secara resmi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan sebagai bentuk transparansi dan kepastian hukum.

“Kerja sama ini sudah dituangkan dalam MoU dengan dua universitas di Korea Selatan. Kami juga akan melaporkannya secara resmi ke KBRI agar orang tua dan mahasiswa merasa tenang,” katanya.

Adapun dua perguruan tinggi di Korea Selatan yang menyatakan kesiapan bekerja sama yakni Kongju University dan Kongpo University. Kerja sama tersebut mencakup program magang serta pendidikan lanjutan jenjang Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2) dengan skema belajar sambil bekerja.

Menurut Alias Wello, program ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat global, sejalan dengan visi Politeknik Lingga sebagai institusi pendidikan vokasi.

Ia juga menyampaikan bahwa Politeknik Lingga telah memperoleh akreditasi dari Pemerintah Republik Indonesia meskipun usia kampus tersebut masih tergolong muda.
“Akreditasi bukan hal yang mudah, apalagi bagi perguruan tinggi yang baru berdiri. Ini merupakan hasil dari proses dan kerja keras seluruh pihak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alias Wello turut memaparkan persyaratan dan skema pembiayaan program. Pada tahap awal, kata dia, kebutuhan transportasi, akomodasi, hingga uang saku mahasiswa akan ditanggung oleh pihak yayasan.

“Untuk tahap awal, mahasiswa tidak dibebani biaya. Skema pembiayaan telah disusun secara jelas dan transparan,” jelasnya.

Ia berharap orang tua dan mahasiswa dapat menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang berminat mengikuti program ini, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Program magang dan pendidikan di Korea Selatan ini ditegaskan sebagai program pendidikan legal yang memberikan kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri secara aman dan terstruktur.

Laporan: Taufik

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *