Andi Amran Sulaiman: Sosok Bangsawan Bugis, Ilmuwan Berpaten, hingga Menteri “Andalan” Tiga Periode

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Andi Amran Sulaiman: Sosok Bangsawan Bugis, Ilmuwan Berpaten, hingga Menteri “Andalan” Tiga Periode

LiputanKPK.com. Bone — Dalam konstelasi politik dan birokrasi Indonesia, nama Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. muncul sebagai figur dengan karakter yang unik. Ia bukan sekadar pejabat publik; ia adalah representasi ketangguhan pria Bugis, intelektualitas ilmuwan murni, dan insting tajam seorang konglomerat. Dipercaya kembali dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Amran membuktikan bahwa dirinya adalah “jangkar” kedaulatan pangan nasional.

Darah Raja dan Disiplin Veteran. Lahir di Bone, 27 April 1968, Amran tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai kedisiplinan dan kehormatan. Sebagai putra dari Andi B. Sulaiman Dahlan—seorang veteran pejuang—ia dididik untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah. Menariknya, Amran juga memiliki silsilah keturunan jauh dari Raja Bone ke-23, sebuah latar belakang bangsawan yang tercermin dari pembawaannya yang tegas namun tetap merakyat.

Keteguhan ini tidak hanya dimiliki Amran. Semangat pengabdian keluarga ini juga terlihat pada adiknya, Andi Sudirman Sulaiman, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan.

Intelektual dengan IPK Sempurna. Di dunia akademik, Amran Sulaiman adalah sebuah anomali prestasi. Ia menempuh seluruh jenjang pendidikan tingginya di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Luar biasanya, ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dengan IPK Sempurna 4,00.

Namun, kecerdasannya tidak berhenti di atas kertas. Amran adalah seorang inovator lapangan yang memegang 5 hak paten. Salah satu temuannya yang paling fenomenal adalah racun tikus yang dinamai “TIRAN” (Tikus Diracun Amran). Penemuan inilah yang kemudian menjadi batu loncatan baginya dalam membangun imperium bisnis raksasa yang dikenal sebagai Tiran Group.

Transformasi: Dari Karyawan Menjadi Konglomerat. Sebelum menjadi menteri terkaya di kabinet, Amran memulai kariernya dari bawah sebagai kepala operasi lapangan di sebuah pabrik gula milik PTPN XIV. Setelah 15 tahun mengabdi sebagai profesional, ia memutuskan untuk terjun ke dunia usaha.

Keberaniannya berbuah manis; Tiran Group berkembang menjadi perusahaan konglomerat yang menguasai berbagai sektor bisnis di Indonesia Timur. Pencapaian ini membuktikan bahwa Amran telah “selesai” dengan dirinya sendiri secara finansial sebelum akhirnya memutuskan untuk total mengabdi bagi kepentingan negara.

Menteri “Andalan” Tiga Periode & Penjaga Pangan. Kepercayaan kepala negara terhadap Amran Sulaiman sangatlah besar. Ia menjabat sebagai Menteri Pertanian di periode pertama Joko Widodo (2014-2019), kemudian dipanggil kembali pada Oktober 2023, dan kini kembali dikukuhkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya sebagai Menteri Pertanian, sejak Oktober 2025 ia juga mengemban amanah krusial sebagai Kepala Badan Pangan Nasional. Di pundaknya, target swasembada pangan bukan sekadar slogan, melainkan misi hidup untuk memastikan piring makan 280 juta rakyat Indonesia tetap terisi.(*).

RED

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *