Probolinggo,liputankpk.com-Deliver 10 Februari 2026 – Kasus penipuan berkedok COD (Cash On Delivery) kembali terjadi di wilayah Probolinggo. Sebuah paket mencurigakan dikirim menggunakan jasa ekspedisi J&T Express dengan alamat yang tidak sesuai wilayah administratif, sehingga menimbulkan kebingungan dan kerugian psikologis bagi warga.
📦 Kronologi Kejadian
Kasus bermula saat sebuah paket COD dikirim atas nama Amin dengan alamat tertulis:
Desa Kedupok,
Namun paket tersebut justru dikirim ke rumah warga di Desa Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.
Padahal secara administratif:
Desa Kedupok = Kecamatan Wonoasih (Kota Probolinggo)
Desa Bucor Wetan = Kecamatan Pakuniran (Kabupaten Probolinggo)
➡️ Artinya, alamat tersebut tidak sesuai dan berpotensi manipulatif.
👨👩👧 Kondisi Keluarga di Rumah
Dalam keseharian, keluarga korban memang sering menerima paket COD, meskipun kadang atas nama suami namun yang menerima adalah istri di rumah.
Karena sudah terbiasa, seringkali paket langsung dibayar tanpa memeriksa detail alamat maupun asal pesanan, sehingga kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku penipuan COD bodong.
📍 Dialog Klarifikasi dengan Admin J&T
Keesokan harinya korban mendatangi kantor JNT Express Besok (10’02’26)
untuk klarifikasi. Berikut dialog yang terjadi:
Korban:
“Pak, ini ada paket nyasar. Ini bukan alamat Desa Bucor Wetan, alamatnya Kedupok. Kalau Kedupok itu Kecamatan Wonoasih. Kok bisa dikirim ke Bucor Wetan?”
Petugas J&T:
“Kenapa diterima? Kan bisa ditolak kalau merasa tidak membeli.” ini sudah banyak terjadi
➡️ Dalam hal ini, korban justru disalahkan oleh pihak admin.
Korban menjelaskan:
“Pak, waktu itu saya kerja. Yang menerima istri saya. Sekarang begini saja, ini kiriman COD dari aplikasi apa?”
Petugas menjawab:
“Ini dari aplikasi TikTok.”
Korban kemudian meminta untuk cek bersama di aplikasi TikTok Shop.
Hasil pengecekan langsung:
❌ Tidak ada pesanan
❌ Tidak ada riwayat transaksi
❌ Tidak ada pembelian COD
Namun pihak J&T tidak memberikan solusi dan tidak bertanggung jawab.
🔎 Fakta Tambahan dari Pihak Ekspedisi
Pihak admin menyampaikan bahwa paket tersebut terdata berasal dari Banjarmasin, namun tetap tidak dapat menjelaskan:
Siapa pengirim sebenarnya
Dari toko mana barang dikirim
Kenapa alamat bisa berbeda wilayah
🚨 Indikasi Kuat Modus Penipuan COD
Ciri-ciri yang ditemukan:
✔ Menggunakan nama umum (Amin)
✔ Alamat dipelintir / tidak sinkron
✔ Mengaku dari marketplace populer
✔ Mengandalkan sistem COD agar korban langsung bayar
✔ Pengiriman lintas wilayah untuk menghindari pelacakan
📸 Bukti Paket & Label Pengiriman
🧠 Analisa Kasus
Berdasarkan fakta:
➡️ Ini bukan kesalahan korban
➡️ Ini adalah indikasi kuat penipuan COD bodong terstruktur
➡️ Terdapat kelalaian verifikasi alamat oleh ekspedisi
👮♂️ Edukasi Wartawan & Pemeriksaan di Kantor Polisi
Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, korban yang juga berprofesi sebagai wartawan tidak langsung membuka paket di rumah.
Melainkan dilakukan pemeriksaan bersama aparat kepolisian di kantor polisi/Polsek setempat, untuk memastikan:
✔ Paket bukan bahan peledak
✔ Tidak mengandung narkotika
✔ Tidak mengandung barang berbahaya
Walaupun dalam proses ini korban harus menanggung kerugian sebesar Rp65.000, langkah ini dilakukan demi keamanan publik dan edukasi masyarakat.
📣 Rencana Pelaporan Resmi
Karena tidak ada tanggung jawab dari pihak ekspedisi, korban berencana:
➡️ Melanjutkan laporan ke Kapolsek setempat
➡️ Melaporkan ke Patroli Siber Polri
Penulis ; Amin












