Liputan KPK. com~Kepahiang-Bengkulu.
Masyarakat sekitar kandang peternakan ayam petelur yang berada di wilayah Kelurahan Rt 18 Rw 03,padang lekat, Kepahiang mengeluh adanya serangan hama lalat dilingkungannya semenjak beberapa waktu yang lalu.
Minggu ( 29 / 06 / 2025 ).
Keluhan ini terkait lalat yang beterbangan di pemukiman warga yang hanya berjarak ±100 Meter dari lokasi peternakan ayam petelur. Serangan hama lalat ini setiap hari dialami masyarakat , dan saat ini diperparah dengan keadaan musim penghujan.
Meminta kepada Kasi Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantibum), dan segenap jajaran instansi pemerintahan terkait, untuk meninjau langsung ke lokasi peternakan ayam petelur, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dengan adanya pemeriksaan nantinya, maka diharapkan kesepakatan antara peternak dan masyarakat sekitar dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tidak merugikan salah satu pihak kedepannya.
Pemilik Peternak mengaku selalu melakukan kegiatan preventif setiap bulannya agar keberadaan lalat ini tidak sampai ke pemukiman warga dengan melakukan kegiatan penyemprotan racun hama lalat disekitar kandang, namun hal ini tidak dapat dikendalikan karena keberadaan lalat didukung oleh cuaca hujan sehingga dangat cepat berkembang dan berpindah tempat.
Sementara dari sisi masyarakat yang terdampak, mereka merasa sangat dirugikan karena tidak dapat beraktifitas dengan baik di dalam rumahnya sendiri,akibat gangguan lalat ini. Apa lagi salah satu warga yang tengah mengalami penyakit yang serius saat ini sangat mengeluh pada permasalahan ini.
Keberadaan lalat juga dianggap mencerminkan lingkungan yang tidak bersih dan tidak sehat sehingga tidak menyenangkan untuk banyak pihak, Serta hal ini sudah berlangsung selama dua tahun, namun belum ada tindakan maksimal yang dilakukan pemiliknya.
Kondisi dan lingkungan peternakan ayam petelur ini sebenarnya memang tidak memenuhi kualifikasi dan peraturan yang ada,Seperti jarak kandang, meskipun tidak langsung berada disamping pemukiman , namun jarak minimal antara kandang dengan pemukiman masih belum terpenuhi.
Kemudian kondisi ,Peternak ayam petelur diharapkan dapat lebih menjaga kebersihan dan melakukan pencegahan lebih ekstra lagi agar dapat terus menjalankan usahanya tanpa menyebabkan kerugian bagi masyarakat di sekitar lokasi usahanya”, terang warga kepada media.












