Mbay, liputankpk.com – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, masyarakat Nagekeo yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay Keuskupan Agung Ende menggelar aksi damai sebagai bentuk seruan nurani dan sikap tegas terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang semakin nyata di wilayah Kabupaten Nagekeo. Kamis (5/6/2025).

Aksi Damai ini dimulai dari halaman Sekretariat Bersama, Rumah Kevikepan Mbay, kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Bupati Nagekeo, Kantor DPRD Nagekeo, dan kembali ke titik awal sebagai simbol kembali ke akar dan rumah bersama rakyat.
Mengusung tema lokal: “Jaga Tanah, Rawat Air, Lindungi Anak Cucu”, dan sejalan dengan tema global: ” Our Land. Our Future. We are #GenerationRestoration”, aksi ini menandai komitmen rakyat Nagekeo untuk tidak tinggal diam atas ancaman eksploitasi atas tanah, air, dan masa depan generasi mendatang.
Adapun Pernyataan Sikap Masyarakat Nagekeo, melalaui Forum Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay :
1. Menolak dengan Tegas semua bentuk proyek geothermal dalam wilayah Kabupaten Nagekeo yang telah dan sedang disurvei oleh berbagai pihak. Proyek-proyek ini mengancam ruang hidup masyarakat, ekosistem alam, dan warisan budaya yang tidak ternilai.
2. Mendesak Bupati, Wakil Bupati dan DPRD Nagekeo untuk menyatakan secara resmi dan terbuka penolakan terhadap seluruh proyek geothermal di wilayah Nagekeo serta mengirim surat kepada Pemerintah Pusat dan Kementerian ESDM guna menghentikan seluruh proses survei, eksploitasi dan rencana pembangunan proyek panas bumi di Nagekeo dan mencabut surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 2268K/30/MEM/2017 Tentang Penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi.
3. Meminta dan mendesak Pemerintah dan DPRD Nagekeo untuk Menandatangani Surat Kesepakatan Bersama Tiga Lembaga yaitu Pemerintah Kabupaten Nagekeo, DPRD Nagekeo, dan Gereja Wilayah Kevikepan Mbay Keuskupan Agung Ende sebagai bentuk komitmen politik dan moral melindungi bumi Nagekeo dari eksploitasi yang merusak.
4. Menuntut Sikap Jelas, Bukan Netralisasi Semu. Rakyat Nagekeo berhak mengetahui siapa yang berdiri bersama tanah dan air mereka, dan siapa yang bersekutu dengan kekuasaan dan modal perusak
Aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari konsolidasi rakyat yang sadar akan hal atas lingkungan hidup dan berkelanjutan. Forum ini akan terus melakukan: Pendidikan ekologi berbasis komunitas, Gerakan anti eksploitasi en energi kotor dan Aliansi lintas iman dan budaya demi mempertahankan bumi warisan leluhur.
Tanah bukan komunitas. Air bukan barang dagangan. Generasi masa depan bukan korban investasi. Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Nagekeo, mari bersatu menjaga bumi. Kami menyeruhkan kepada Pimpinan Daerah, berpihak pada rakyat, bukan pada investor. Tolak Proyek Geothermal Sekarang Juga! Hal ini disampaikan oleh Koordinator Aksi RP. Marselinus Kabut, OFM serta mengetahui Vikaris Episkopal Kevikepan Mbay RD. Asterius Lado.
Penulis: Agustinus












