GRIB JAYA Mempertanyakan Transparansi Proses Proyek Pekerjaan jembatan gantung ,Terkait Bantuan CSR -Telkom.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Liputankpk.con – Pangandaran

GRIB JAYA mempertanyakan mengenai insiden ambruknya jembatan gantung di Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang terjadi sekitar satu minggu lalu memakan dana bantuan CSR – Telkom

Jembatan yang baru selesai dibangun dan bahkan belum diresmikan ini putus kawat penyangga saat dilintasi delapan siswa SMP. Akibatnya, delapan siswa tersebut jatuh ke sungai di bawah jembatan, dengan empat di antaranya mengalami luka berat dan dilarikan ke puskesmas Cikembulan setempat.Warga dan pihak terkait merasa kecewa dan khawatir karena jembatan tersebut menjadi akses utama ke area persawahan dan kampung sebelah, serta diduga material jembatan kurang kokoh dan tidak ada papan informasi batas maksimal beban jembatan di pertanyakan .

Jembatan ini merupakan bantuan program CSR dari PT Telkom yang selesai sekitar satu bulan lalu, dan perbaikan serta evaluasi terkait keamanan jembatan oleh ahli konstruksi sangat diharapkan sebelum digunakan kembali penerima manfaat oleh masyarakat setempat.

Dari narasumber yang kita temui dari ketua GRIB kang Ujang baja
Ormas GRIB JAYA PAC Sidamulih mempertanyakan kelayakan jembatan gantung seperti matrial dan uji kelayakan dan sertifikasi, karena jembatan yang akan di gunakan ini di gunakan oleh masyarakat penerima manfaat. Jangan sampai terjadi hal serupa yang akan mengancam dan memakan korban kembali ujarnya.” kang ujang.

Liputankpk.com
David

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *