Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Aktivitas gunung api kembali terjadi di Indonesia. Setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), juga kembali mengalami erupsi pada Minggu (06/09/2026) pagi.
Erupsi Gunung Ili Lewotolok terjadi pada pukul 06.11 WITA. Saat erupsi berlangsung, kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak gunung.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu teramati menuju ke barat.
Badan Geologi mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung api dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor selatan dan tenggara dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa guguran lava, longsoran material, maupun awan panas.
Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik juga diimbau menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu.
Erupsi Gunung Ili Lewotolok terjadi dalam waktu yang berdekatan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah yang berada di sekitar gunung api aktif.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang namun waspada serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Warga dan wisatawan diimbau mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik hanya melalui informasi resmi dari Badan Geologi dan instansi terkait.
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter

───────────────────────────────────











