Bekasi, liputankpk.com
Sekalipun berat warga yang mengalami penggusuran akibat tinggal di lahan negara sepadan sungai, warga Desa Srijaya dan Srimukti Tambun utara Kab Bekasi pasrah bangunannya di bongkar oleh alat berat.
Sedikit meringankan kesulitan akibat bangunannya di bongkar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan dana konpensasi senilai 10 juta per keluarga, namun sangat di sayangkan, beredar kabar tidak sedap bahwa ada dugaan sekitar 21 warga penerima manfaat, tidak ada orangnya dan lahannya, sehingga jika di jumlahkan berkisar 210 juta rupiah.
Mendapatkan informasi tersebut, M.Irsyam pengamat sosial Kab Bekasi yang juga humas RAK ( Relawan Ade Kunang ) mengatakan bahwa kalau informasi benar, maka ini adalah masalah serius dan memalukan, karena dana konpensasi adalah buat bantuan warga yang sedang susah, jangan ada niat untuk memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan sendiri.
” Ini sangat menyakitkan dan memalukan, seharusnya warga yang sedang susah di bantu, bukan di manipulasi, kalau sampai ini benar, saya yakin KDM akan tahu dan bertindak tegas, ” Ujar M.Irysam.
Karena sudah viral dan meresahkan, maka klarifikasi di lakukan Kades Srimukti Sandang Rinta untuk memberikan sanggahan dan penjelasan dengan mengundang konten kreator terkait beredar informasi adanya permainan data fiktif, di mana sekitar 21 bangunan liar dari 70 bangunan yang belum di bongkar tetapi menerima kompensasi, dan Sandang melalui kesempatan ini memberikan penjelasan atau klarifikasi yaitu bahwa pembongkaran bangli adalah program Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kab Bekasi untuk mencegah banjir, maka sebelum di lakukan pembongkaran di lakukan pendataan oleh panitia pendataan dan Kepala Desa menerima data tersebut.
Lanjut Sandang mengatakan bahwa untuk lebih lengkap lagi nanti penjelasan dari panitia pendataan, dan lanjut penjelasan oleh Sekdes Srimukti Saputra yang juga panitia pendataan, menegaskan bahwa bangunan fiktif itu tidak ada, dan dana kompensasi langsung di terima oleh penerima, dan yang di sebut bahwa ada bangunan kosong itu tidak ada, dan semua data ada, termasuk bukti foto.
Lanjut, Kades menambahkan bahwa data yang di terima Kades adalah 78 KK, dan sesuai penyampaian panitia, bahwa itu semua real ada bangunannya, ” jadi yang 21 adalah hoax,” Tegas Kades.
Dan Kades juga menjelaskan terkait keberadaan ruko dan perumahan yang cukup besar yang tidak di bongkar, dan infonya masuk data penerima manfaat, bahwa kalau bangunan yang belum di bongkar khususnya di prime house srimukti, sudah konsultasi ke pihak PJT dan Kasatpol PP, dan Satpol PP tidak berani membongkar karena ada surat hak milik, dan terkait jarak 14 meter adalah baru dugaan, belum ada data kongkret dan valid, karena belum mempunyai data peta dari PJT.
Dan terkait tanda, Kades menjelaskan bahwa menurut info adalah petugas PJT, seharusnya petugas PJT saat memberi tanda membawa data, jangan sampai ada informasi yang tidak jelas, dan kami sempat dateng ke PJT dan membawa data tetapi di situ tidak bisa menjadi jaminan untuk luasnya PJT itu berapa, karena PJT tidak menyerahkan petanya, dan menurut PJT peta itu bersifat rahasia, tidak bisa di copi atau di sosialisasikan ke masyarakat, sehingga saya berasumsi bahwa data luasnya 14 meter itu belum bisa di pastikan.
Lanjut, Kades juga menjelaskan ada bangunan yang sudah di bongkar, tetapi di bangun kembali bahwa pembongkaran di Desa Srimukti sudah tiga tahap, dan tidak ada bangunan yang terbongkar di dirikan lagi, kalau ada masyarakat yang tidak menghiraukan akan ada tindak lanjut.
Dan terkait informasi bahwa ada hanya satu lahan namun di bayar sampai 4, Sekdes menjelaskan bahwa memang ada 4 nama pemilik, dalam satu bangunan.
Dan terkait penggelembungan dana hingga 210 juta, Kades menjelaskan dan menghimbau kepada masyarakat Desa Srimukti di Kadus tiga rw 06, yang sudah membongkar bangunan dan menerima kerohiman kades mengucapkan banyak terimakasih kepada Gubernur Jabar.
” Jangan terpancing kepada orang yang tidak bertanggungjawab, dan kami di sini berniat baik, dan tidak ada niat mengambil keuntungan dalam hal ini,” Ujar Kades. ( red )












