Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalbar Sesalkan Ritual Pemotongan Babi di Tengah Aksi Demonstrasi di DPRD

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

PONTIANAK  Kalbar– Liputankpk.com -Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Kalimantan Barat, Abriansyah, SH, MH, menyayangkan adanya ritual pemotongan babi yang dilakukan di lingkungan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat saat berlangsungnya aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Abriansyah mengatakan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Namun, menurutnya, kebebasan menyampaikan aspirasi harus tetap dilakukan dengan memperhatikan norma, ketertiban umum, serta penghormatan terhadap keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Menyampaikan aspirasi dibolehkan oleh undang-undang. Hanya saja, apa yang mau kita sampaikan harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku di negara ini. Jangan kita gunakan tempat umum untuk kegiatan ritual adat tertentu yang dapat menimbulkan dampak terhadap keharmonisan antarsuku di Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” ujar Abriansyah.

Ia menilai penggunaan fasilitas publik, khususnya lingkungan kantor lembaga pemerintahan, perlu mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat. Menurutnya, kegiatan yang memiliki sifat ritual adat sebaiknya dilaksanakan pada tempat dan situasi yang tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun ketersinggungan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan agama yang beragam.
Abriansyah juga menyoroti kehadiran sejumlah tokoh intelektual dan kalangan akademisi dalam aksi tersebut. Ia meyakini para peserta aksi memahami batas-batas dalam menyampaikan pendapat serta mengetahui ketentuan yang diperbolehkan maupun yang tidak diperbolehkan dalam ruang publik.

“Organisasi sebesar Pemuda Pancasila tentunya sangat menyayangkan dengan adanya ritual salah satu suku yang menurut kami sudah keluar dari koridor yang seharusnya. Kami berharap jangan ada lagi cara-cara seperti ini dilakukan di tempat umum, apalagi di lingkungan kantor lembaga pemerintahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abriansyah mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat, tanpa membedakan suku maupun agama, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan dan keharmonisan daerah. Ia mengingatkan agar setiap bentuk penyampaian aspirasi tidak sampai menimbulkan ketersinggungan antarkelompok yang pada akhirnya dapat mengganggu persatuan dan kedamaian masyarakat.

“Mari kita jaga sama-sama Kalimantan Barat dari ancaman disintegrasi. Kalimantan ini rumah kita, mari kita jaga ketertiban, keamanan, kenyamanan, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Jangan sampai ada ketersinggungan sesama anak bangsa. Hidup Pancasila, NKRI harga mati!” pungkas Abriansyah. ( Mulyadi )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *