Lampu Penerangan Wisata Pantai Pangandaran Padam, Wisatawan yang berkunjung dan Masyarakat penerima manfaat Khawatir.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Liputan kpk.com/Pangandaran 28/9/2025

Sejumlah lampu penerangan di kawasan wisata pantai Pangandaran saat ini dilaporkan padam. Kondisi ini mengakibatkan area pantai menjadi remang atau gelap pada malam hari, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengunjung serta penurunan kenyamanan wisata malam.

Fakta & Temuan Lapangan

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) di beberapa titik pantai tidak berfungsi sama sekali Mati— sebagian dalam kondisi rusak kurangnya perhatian pengawasan dan perbaikan dari dinas perhubungan.

Titik padam tidak hanya di jalan akses menuju pantai, tetapi juga di area sekitar tepi pantai, jalur pedestrian, dan fasilitas publik pantai (jalan setapak, taman): pengunjung menyebut bahwa “gelap gulita” menyelimuti kawasan laut.

Seorang pengunjung menyatakan bahwa ia kesulitan melihat trotoar dan rambu di area pantai saat malam Hari karena minim nya cahaya penerang,
Kondisi mati lampu ini bukan hal baru: media lokal mencatat fenomena lampu PJU padam di jalur wisata Pangandaran dalam beberapa minggu terakhir ini dan belum ada perbaikan sama sekali dari pihak dinas perhubungan.

Dampak yang Ditimbulkan
Risiko Keselamatan Tinggi
Area pesisir pantai yang remang membuka kemungkinan pengunjung terpeleset, tersandung, atau mengalami kecelakaan terkait gelapnya jalur dan permukaan pasir yang tidak rata.

Citra Pariwisata Tertekan
Wisatawan malam atau kunjungan senja mungkin enggan datang karena melihat kondisi gelap, sehingga berpengaruh pada potensi kunjungan yang berkunjung berwisata turun.

Keamanan Prasarana dan Kriminalitas
Kawasan gelap rentan terhadap tindakan kejahatan pencurian atau perilaku tidak diinginkan di destinasi di pesisir pantai bagi pengunjung yang sedang berwisata

Keluhan & Tekanan Publik
Warga dan pegiat wisata lokal mulai menyuarakan kritik ke pemerintah daerah kabupaten Pangandaran agar segera merespons masalah ini.

Tuntutan Harapan kepada Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Pangandaran, lewat dinas wisata (Pekerjaan Umum, Pariwisata, Perhubungan), harus segera memetakan titik–titik lampu mati dan melakukan pemeliharaan perbaikan.

Anggaran darurat harus disiapkan guna penggantian lampu, kabel, panel surya (jika digunakan), dan elemen pendukung lain.

Dibutuhkan sistem pelaporan publik (hotline, aplikasi, Nomor WhatsApp) agar masyarakat dan wisatawan bisa melaporkan di mana ada beberapa lampu di destinasi wisata bisa melaporkan langsung dengan adanya lampu jalan wisata padam.

Monitoring berkala dan patroli lampu dalam jadwal rutin agar kerusakan bisa segera diketahui dan diperbaiki.

destinasi wisata kabupaten penerapan lampu jalan harus bisa cepat di atasi karna sangat berpengaruh bagi pengunjung yang berwisata dan masyarakat penerima manfaat
“Pantai yang indah sayang jika malamnya gelap. Kami berharap lampu segera diperbaiki agar pengunjung merasa aman,” ujar seorang wisatawan.
Dinas terkait diharapkan memberikan keterangan resmi mengenai jumlah lampu mati, target perbaikan, dan sumber pembiayaan.

Pangandaran dikenal sebagai destinasi wisata pantai unggulan yang berada di wilayah Jawa Barat. Namun, infrastruktur dasar seperti penerangan jalan malam sangat penting untuk menunjang kenyamanan keindahan serta keamanan pengunjung. Kami berharap pihak Dinas wisata bertindak cepat sebelum kondisi semakin memburuk dan reputasi pengunjung yang berkunjung terganggu.

Liputan KPK.com
David E.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *