Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud nyata rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi yang mereka panen setiap tahun nya”Tradisi ini telah dijalankan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal.
Acara dimulai sejak pagi dengan do’a bersama dan penyampaian harapan untuk musim tanam berikutnya”
Kegiatan ini dihadiri oleh”Kepala Desa Cirebon Baru, (Topan) ,Ketua Adat, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang memenuhi halaman balai desa.
Dalam acara juga dihadiri Camat Seberang Musi beserta jajaran Forkopimcam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Forum Kepala Desa se-Kecamatan Seberang Musi”Kehadiran para pemangku kepentingan ini semakin menambah semarak dan kekhidmatan acara.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cirbon Baru, (Topan) ,menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat atas antusiasme dan kekompakan dalam menjaga tradisi tersebut.
Ia menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan simbol kebersamaan.
Ini tahun ketiga secara berurutan Desa Cirebon Baru mengadakan Sedekah Bumi. Kami ingin tradisi ini terus hidup dan menjadi pengingat bahwa segala hasil panen yang kita nikmati berasal dari limpahan rahmat Allah SWT,” ujar kades.
Ia juga berharap agar acara semacam ini dapat memperkuat semangat gotong royong antar warga dan menjadi momentum memanjatkan do’a agar hasil pertanian masyarakat, terutama kopi dan lada,dll semakin meningkat”tambahanya.
Sementara itu, Camat Seberang Musi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat yang berhasil menyelenggarakan kegiatan adat secara konsisten.
Menurutnya, Sedekah Bumi bukan hanya sekadar acara budaya, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antar warga dan momentum memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata rasa syukur kita atas nikmat panen,harga kopi dan lada dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan.
Yang patut kita syukuri bersama, dan semoga semakin memotivasi para petani untuk terus mengelola lahannya dengan baik,” ujar Camat.
Sedekah Bumi bukan hanya soal ritual, tetapi juga menjadi pengikat sosial masyarakat Desa Cirebon Baru.
Dalam suasana penuh kebersamaan, masyarakat saling berbagi makanan, menyampaikan harapan, dan mempererat hubungan antar warga lintas generasi.
Kehadiran tradisi semacam ini membuktikan bahwa di tengah kemajuan zaman, nilai-nilai adat masih menjadi pegangan masyarakat dalam menjalani kehidupan.
Harapan ke depan, Sedekah Bumi tak hanya bertahan, tapi juga bisa menjadi bagian dari wisata budaya lokal yang memperkenalkan kekayaan tradisi Kabupaten Kepahiang kepada publik lebih luas.
Dengan menjaga tradisi, masyarakat Cirebon Baru telah menjaga jati diri dan akar budaya mereka. Di tengah derasnya arus globalisasi, acara seperti Sedekah Bumi menjadi penyeimbang yang mengakar kuat pada nilai-nilai lokal dan spiritual.
(A Perlis)












