Bekasi, liputankpk.com
Salah satu perenungan hari raya Idul Adha adalah pengorbanan dan kepatuhan, menurut M.Rahman kepala BPN Kab Bekasi bahwa Kalau dibawa ke konteks pelayanan publik, maknanya jadi sangat konkret, bukan cuma ritual:
1. Makna Qurban yaitu Mendahulukan Kepentingan Publik, seperti kisah Nabi Ibrahim dan Ismail itu tentang mengorbankan yang paling dicintai demi sesuatu yang lebih besar. Di pelayanan publik, itu artinya: Mengorbankan ego dan kepentingan pribadi untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk pencitraan.
2. Makna Keikhlasan
Hewan qurban disembelih tanpa minta balasan. PNS, ASN, petugas publik yang idealnya kerja dengan semangat, Melayani bukan dilayani, jemput bola
3. Berbagi dengan adil,
Daging qurban wajib dibagi ke yang membutuhkan. Dalam pelayanan publik ini paralel dengan pastikan layanan sampai ke kelompok paling rentan,Transparansi dan pemerataan. Anggaran, bantuan, izin, semua harus adil. Jangan numpuk di satu tempat.
4. Makna Ketaatan pada Aturan dan Amanah
Taat pada hukum, SOP, dan etika, jaga amanah jabatan sebagai titipan publik. Korupsi dan pungli itu kebalikan dari makna qurban.
” Selamat Idult Adha 2026 semoga semakin Taat, Iklas dan Rela Berkorban, ‘ Ujar M.Rahmat dengan khidmat. ( Eyp )












