Ngeri! JPO Depan Masjid Raya Bogor Sepi Pengguna, Warga Nekat Menyeberang di Tengah Arus Kendaraan

Dokumentasi LiputanKPK.com
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Raya Pajajaran, tepat di depan Masjid Raya Bogor, dinilai belum menjadi pilihan utama bagi pejalan kaki. Sejumlah warga masih memilih menyeberang langsung di badan jalan meski tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan. Minggu, 02/08/2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi dan keluhan sejumlah pengguna jalan, salah satu penyebab minimnya penggunaan JPO tersebut adalah desain akses yang dianggap terlalu tinggi, berkelok-kelok, serta memiliki tanjakan dan turunan yang cukup curam. Saat hujan, lantai berbahan plat besi juga disebut menjadi licin sehingga membuat sebagian pejalan kaki merasa kurang nyaman dan khawatir terpeleset.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih mengambil jalan pintas dengan menyeberang langsung di Jalan Raya Pajajaran yang dikenal memiliki arus lalu lintas padat. Padahal, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain persoalan desain, kondisi kebersihan JPO juga menjadi sorotan. Di beberapa sudut jembatan terlihat sampah berserakan, tercium bau pesing, sementara pagar pembatas tampak mulai berkarat sehingga mengurangi kenyamanan pengguna.

Sejumlah pejalan kaki membandingkan JPO di depan Masjid Raya Bogor dengan JPO yang berada di depan Botani Square. Menurut mereka, JPO di kawasan Botani Square memiliki akses yang lebih landai dan mudah dilalui sehingga terasa lebih nyaman digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk lansia dan anak-anak.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor telah mengoperasikan JPO di Jalan Pajajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan mengurangi penyeberangan langsung di jalan arteri. Namun, pada masa awal pengoperasiannya, fasilitas tersebut juga dilaporkan masih sepi pengguna.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bogor dapat melakukan evaluasi terhadap aspek kenyamanan, keselamatan, dan perawatan JPO, mulai dari peningkatan kebersihan, perbaikan pagar yang berkarat, penanganan lantai yang licin saat hujan, hingga kajian terhadap desain akses agar lebih ramah bagi seluruh pengguna. Dengan fasilitas yang lebih nyaman dan aman, diharapkan semakin banyak pejalan kaki bersedia memanfaatkan JPO sehingga risiko kecelakaan saat menyeberang dapat ditekan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *