Program Pasca Bencana Padat Karya, Kampung Sungai Liput, Dipotong 20 Persen Oleh Datok Penghulu.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Liputan KPK.Com , Aceh ._____________ Program Padat Karya dari Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang, menimbulkan kisruh, puluhan unsur pemuda mempertanyakan transparansi kegiatan tersebut kepada Datok Penghulu (Kades) di kampung (Desa), Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Selasa (24 Februari 2026).

Anggaran yang berjumlah 20,000.000,(Dua puluh juta rupiah), dana tersebut hasil sumbangan berbagai kalangan termasuk presiden RI, tetapi ketika dana itu disalurkan ke kampung kampung malah disunat oleh Datok Penghulu.

Dari hasil informasi yang dihimpun media di ruangan sekcam, unsur pemuda atas nama Joko Supriono S (40) mengatakan .

“ Kami dari unsur pemuda mendukung penuh program padat karya terkait bencana ini, seharus nya Datok dan perangkat bersyukur kami mempertanyakan ini dengan sopan dan memiliki etika, tidak maki maki, tapi kami juga jangan dianggap bodoh Pak Datok” Jelas Joko Supriono S .

Dalam Pertemuan itu Datok Penghulu menjawab pertanyaan unsur pemuda kampung sungai liput dengan mengatakan .

“Yang sudah kami kerjakan 1600 meter, memang ada sisa 4 juta lagi, namun itu untuk uang operasional para kepala Dusun di lapangan sebagai pengawas, untuk uang makan dan minum,” Terang Datok Penghulu kepada seluruh pemuda yang hadir.

Ditempat yang berbeda media menelusuri ke Ketua MDSK yang juga rangkap jabatan sebagai bendahara pelaksana kegiatan padat karya, mengatakan .

“ saya hanya menerima uang sebesar 16,000,000,’ ( Enam belas juta rupiah), dan dari uang itu ada saya ambil  juga  250 000,(Dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk honor saya sebagai bendahara kegiatan,” Ungkap Ketua MDSK merangkap Bendahara Padat Karya .

penelusuran media ini, juga menemui Sekertaris Kampung Sungai Liput, guna mengkonfirmasi terkait kegiatan padat karya ini, mengatakan.

“ benar bang, kita sudah selesai dan kerjakan kegiatan padat karya tersebut,  laporan pertanggung jawaban untuk PUPR sudah kita buat bang, total volume 1513 Meter bang,” papar sekretaris kampung sungai liput .

Dalam hal laporan pertanggung jawaban sangat mudah untuk direkayasa, dan bagaimana mungkin jabatan ketua MDSK merangkap jabatan sebagai bendahara kegiatan padat karya. Datok juga sebagai penerima dana tersebut langsung 20 persen dipenggal, diharapkan kepada pihak yang berwenang untuk turun dan audit dana padat karya kampung sungai liput.

Unsur pemuda kampung sungai liput, mendesak kasus ini segera diselesaikan dan disikapi oleh pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Karena kami yakin dibawah kepempiminan Bapak Bupati Armia Fahmi tidak menyukai bawahanya memotong anggaran yang diberikan. Apalagi ini terkait Anggaran Bencana.

 

(Kaperwil Aceh)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *