PWI Pangkep Kepengurusan Dinilai ‘Mati Suri,’ Transparansi Ambigu, Marwah Organisasi Terancam”
LiputanKPK.com. Pangkep — organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep tengah diselimuti awan kelabu. Sejak tampuk kepemimpinan beralih ke pengurus baru beberapa bulan terakhir, PWI Pangkep dinilai sejumlah pihak, terutama wartawan senior, berada dalam kondisi “mati suri” dan amburadul. Sorotan tajam tertuju pada Ketua PWI Pangkep yang diduga gagal menjalankan prinsip transparansi dan cenderung menerapkan kepemimpinan otoriter.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan anggota. Administrasi PWI Pangkep di bawah kepemimpinan Ketua Sakinah, disebut-sebut jauh dari kata transparan. Berbagai kegiatan organisasi diduga tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada anggota, menimbulkan pertanyaan besar tentang akuntabilitas pengurus.
“Sudah beberapa bulan ini PWI Pangkep seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada kegiatan yang signifikan, komunikasi dengan anggota pun sangat minim. Kami para wartawan senior merasa terpinggirkan dan tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” ungkap salah seorang wartawan senior PWI Pangkep yang meminta namanya tidak disebutkan.
Ia menambahkan, gaya kepemimpinan yang cenderung “gerak senyap” dan otoriter oleh ketua baru diduga menjadi biang keladi kemunduran organisasi. “Kami sangat menyayangkan, PWI sebagai organisasi profesi tertua dan terhormat di Indonesia, justru mengalami kemunduran di Pangkep. Ini ibarat bangunan yang nyaris ambruk, berjalan tatih-tatih menuju mati suri,” lanjutnya dengan nada prihatin.
Kecenderungan untuk bergerak sesuai kemauan sendiri tanpa melibatkan anggota dan pengurus lain dinilai dapat mencederai marwah PWI. Organisasi yang seharusnya menjadi wadah aspirasi dan pembinaan bagi wartawan, kini justru kesulitan menunjukkan eksistensinya di tengah dinamika pers daerah.
Merespons kondisi pelik ini, para wartawan senior mendesak Pengurus PWI Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. “Ini sudah sangat mendesak. PWI Sulawesi Selatan harus segera membenahi dan menghidupkan kembali PWI Pangkep. Jika tidak, organisasi ini akan benar-benar hilang dan hanya tinggal nama,” tegas mereka.
Harapan kini tertumpu pada PWI Sulsel agar dapat mengambil langkah konkret demi menyelamatkan PWI Pangkep dari keterpurukan. Pembenahan internal, penegakan prinsip transparansi, dan pengembalian semangat partisipasi seluruh anggota menjadi kunci utama untuk membangkitkan kembali PWI Pangkep dan mengukuhkan perannya sebagai pilar penting kebebasan pers di daerah.
Muh. Ilham Nur












