Bayung Lencir – RSUD Bayung Lencir menggelar workshop pengadaan barang dan jasa selama dua hari, pada tanggal 4 hingga 5 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula RSUD ini diikuti oleh seluruh pejabat pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta staf terkait di lingkungan rumah sakit.
Workshop dibuka secara langsung oleh Direktur RSUD Bayung Lencir, dan menghadirkan narasumber kompeten dari Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Wilayah Sumatera Selatan. Kehadiran pimpinan rumah sakit menandakan komitmen penuh manajemen untuk mewujudkan tata kelola pengadaan yang baik dan sesuai peraturan. IAPI Sumsel sendiri dikenal sebagai asosiasi profesi yang kredibel di bidangnya.
Materi dan Tujuan Kegiatan
Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan materi yang mencakup:
– Pembaruan regulasi terbaru, termasuk Peraturan Presiden dan ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
– Penggunaan sistem e-purchasing dan katalog elektronik, disertai praktik langsung untuk meningkatkan efisiensi kerja
– Penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta langkah pencegahan risiko hukum dan temuan dalam pemeriksaan audit
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan pemahaman sumber daya manusia di RSUD, agar seluruh proses pengadaan berjalan efektif, efisien, transparan, dan bebas dari pelanggaran aturan. Dengan tata kelola yang baik, kebutuhan obat, alat kesehatan, serta sarana penunjang pelayanan dapat terpenuhi tepat waktu, sehingga pelayanan kepada pasien pun menjadi lebih optimal.
Pernyataan Pimpinan
Direktur RSUD Bayung Lencir, dr. Diyanti Novitasari, MARS., M.Biomed., menyampaikan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran sangat penting bagi kelancaran operasional rumah sakit.
“Melalui workshop bersama IAPI Sumsel ini, kami ingin seluruh tim memahami aturan secara benar dan menerapkannya dengan integritas. Harapan kami ke depan tidak ada lagi kendala administrasi yang menghambat jalannya pelayanan,” ujarnya.
Selain menerima materi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan berbagai kendala yang sering dihadapi di lapangan, sehingga dapat dicarikan solusi bersama dengan para narasumber yang hadir.












