RSUD Bayung Lencir Tingkatkan Mutu Pelayanan: Gelar Pelatihan Penanganan Pasien Berisiko Bunuh Diri

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

BAYUNG LENCIR – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan jiwa, RSUD Bayung Lencir mengadakan kegiatan Pelatihan Internal (In House Training) dengan tema “Pencegahan dan Penatalaksanaan Pasien dengan Risiko Bunuh Diri di Rumah”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan dihadiri langsung oleh para dokter, perawat, serta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di lingkungan rumah sakit tersebut.

Pelatihan ini disusun dengan tujuan utama untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan tenaga medis dalam melakukan deteksi atau identifikasi secara dini, penilaian tingkat risiko, hingga memberikan penanganan dan intervensi klinis yang sesuai dengan standar pelayanan bagi pasien yang memiliki indikasi berisiko melakukan tindakan bunuh diri.

Direktur RSUD Bayung Lencir, dr. Diyanti Novitasari, Mars.M.Biomed, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi langkah strategis yang sangat penting mengingat tantangan dan permasalahan di bidang kesehatan mental kini semakin beragam dan kompleks.

“Deteksi dini serta penanganan yang tepat dan cepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh tenaga kesehatan yang bertugas memiliki pemahaman yang sama, serta keterampilan yang seragam dan terstandar dalam menangani kasus-kasus yang tergolong berisiko tinggi ini,” ungkap dr. Diyanti saat ditemui di lokasi RSUD Bayung Lencir.

Materi dan pembahasan dalam pelatihan ini disampaikan oleh dua narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya, yakni Ilwan Mulyawan, P.Si., M.Psi dan Try Anggraini, P.Si., M.Psi, yang keduanya memiliki keahlian khusus di bidang psikiatri serta keperawatan kesehatan jiwa. Agar materi dapat dipahami dan dikuasai dengan baik, sesi pelatihan dikemas secara interaktif dan praktis, meliputi pembahasan studi kasus, latihan simulasi penanganan, hingga diskusi kelompok untuk mempertajam wawasan serta kesiapan peserta saat bertugas di lapangan.

Pihak penyelenggara sangat berharap agar seluruh ilmu, wawasan, dan keterampilan yang telah diperoleh oleh para peserta nantinya dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan dalam pelayanan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien secara menyeluruh, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan jiwa yang lebih baik dan terjangkau bagi masyarakat luas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *