‎“Satu Ruangan Terdiam”, Mas Teguh Layangkan Tiga Pertanyaan Telak kepada Rocky Gerung di ILC

Dokumentasi LiputanKPK.com
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
‎Suasana dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipandu jurnalis senior Karni Ilyas disebut mendadak hening ketika Mas Teguh melontarkan sejumlah pertanyaan kritis kepada Rocky Gerung. Jumat, 04/09/2026.

‎Pertanyaan tersebut menyoroti persoalan korupsi, pencurian atau penyalahgunaan uang negara, hingga perkembangan utang negara. Pernyataan Mas Teguh disampaikan secara lugas dan diarahkan untuk mempertanyakan sejauh mana perjuangan berbagai pihak dalam membela kepentingan negara dan rakyat.

‎Dalam kesempatan tersebut, Mas Teguh mengajukan tiga pertanyaan utama :
‎Pertama, apakah jumlah koruptor di Indonesia berkurang atau justru bertambah?
‎Kedua, apakah uang negara yang dicuri semakin berkurang atau malah bertambah?
‎Ketiga, apakah utang negara mengalami penurunan atau justru terus bertambah?

‎Rangkaian pertanyaan itu menjadi sorotan karena menyentuh langsung persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Mas Teguh kemudian menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai memiliki kapasitas dan ruang untuk memperjuangkan kepentingan bangsa.

‎“Kalau tidak bisa berjuang untuk negara, mending diam,” demikian pesan yang disampaikan.

‎Ia juga menegaskan bahwa apabila berbagai persoalan bangsa tidak mampu diselesaikan oleh mereka yang memiliki kewenangan maupun ruang untuk bersuara, maka masyarakat pada akhirnya dapat mengambil peran dalam menentukan perubahan.

‎“Biar rakyat yang akan menyelesaikan jika kalian semua tidak sanggup,” ujarnya.

‎Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan terhadap persoalan korupsi, pengelolaan keuangan negara dan peningkatan beban utang yang menjadi isu penting dalam kehidupan bernegara.

‎Namun, untuk menilai apakah korupsi, kerugian negara, maupun utang negara benar-benar meningkat atau menurun, diperlukan pembuktian melalui data resmi dan indikator yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎Perdebatan yang muncul dalam forum ILC tersebut pada akhirnya kembali mengingatkan bahwa persoalan pemberantasan korupsi dan pengelolaan keuangan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, aparat penegak hukum maupun lembaga negara, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan partisipasi masyarakat.

‎Pertanyaan Mas Teguh pun menjadi refleksi sekaligus tantangan: apakah berbagai kebijakan dan upaya yang dilakukan selama ini benar-benar telah menghasilkan perubahan yang dirasakan rakyat?

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *