Sejarah Panjang Tugu Kujang Bogor, Pernah Diangkat Helikopter Puma ke Puncak Tugu

Dokumentasi LiputanKPK.com
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Tugu Kujang bukan sekadar bangunan yang berdiri di salah satu titik ikonik Kota Bogor. Monumen yang kini menjadi salah satu simbol kebanggaan warga Bogor itu menyimpan cerita unik tentang sejarah pembangunan kota, budaya Sunda, hingga peran TNI Angkatan Udara. Minggu,16/08/2026.

Tugu Kujang mulai dibangun pada 1982, pada masa pemerintahan Wali Kota Bogor Achmad Sobana. Monumen tersebut kemudian diresmikan pada 4 Mei 1982. Salah satu bagian paling menarik dari pembangunannya adalah proses pemasangan ornamen kujang di bagian puncak tugu. Ornamen kujang tersebut memiliki ukuran sekitar 6 meter dengan bobot sekitar 700 kilogram. Karena ukurannya besar dan bobotnya berat, pemasangan di atas struktur tugu membutuhkan cara khusus.

Pada masa itu, helikopter SA-330 Puma milik Lanud Atang Sendjaja digunakan untuk mengangkat ornamen kujang tersebut dari udara. Helikopter kemudian membawa kujang ke bagian atas tugu dan memasangnya dengan presisi di puncak bangunan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan menarik dalam sejarah pembangunan Kota Bogor.

Tugu Kujang sendiri memiliki struktur utama yang menjulang sekitar 17 meter dari permukaan tanah, sementara ornamen kujang di bagian atasnya mencapai sekitar 6 meter. Ornamen tersebut dibuat dari material logam campuran dan memiliki berat sekitar 700 kilogram. Penggunaan helikopter untuk memasang kujang bukan hanya menunjukkan keterbatasan peralatan konstruksi pada masa itu, tetapi juga memperlihatkan kemampuan teknologi penerbangan dalam mendukung pembangunan sipil.

Helikopter SA-330 Puma yang digunakan berasal dari lingkungan Lanud Atang Sendjaja di Bogor. Pesawat ini kemudian dikenal memiliki sejarah panjang dalam berbagai operasi militer, misi kemanusiaan dan kegiatan khusus TNI Angkatan Udara. Salah satu jejak pengabdiannya yang paling dikenang masyarakat Bogor adalah keterlibatannya dalam pemasangan Tugu Kujang.

Lebih dari empat dekade kemudian, kisah tersebut kembali menjadi perhatian setelah sebuah Helikopter SA-330 Puma dijadikan monumen di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. Monumen Helikopter Puma SA-330 tersebut diresmikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto pada 25 Juli 2025 di kawasan Simpang Kandang Roda, Nanggewer, Cibinong. Pembangunan monumen itu menjadi bentuk penghormatan terhadap alutsista yang telah berjasa selama puluhan tahun.

Kepala Staf Angkatan Udara saat itu, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, juga menyebut salah satu catatan sejarah penting Helikopter Puma adalah keterlibatannya dalam pembangunan Tugu Kujang di Kota Bogor. Dengan demikian, terdapat hubungan sejarah yang menarik antara dua ikon Bogor. Tugu Kujang menjadi simbol budaya dan identitas Kota Bogor, sementara Helikopter Puma menjadi pengingat kiprah teknologi kedirgantaraan serta pengabdian TNI AU.

Kini, ketika masyarakat melintas di sekitar Tugu Kujang, mungkin tidak banyak yang membayangkan bahwa kujang raksasa di puncak tugu tersebut pernah diangkat menggunakan helikopter. Peristiwa pada 1982 itu menjadi bagian dari cerita panjang Kota Bogor—sebuah kisah ketika simbol budaya Sunda diterbangkan dari langit dan ditempatkan di puncak monumen yang hingga kini tetap menjadi salah satu landmark paling dikenal di Kota Bogor.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *