TERHENTI SETENGAH JALAN, WARGA DESA HARAPAN MAKMUR TERJEBAK – “KAPAN JEMBATANNYA SELESAI?”

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Bandar Lampung, 9 Januari 2026 – Pembangunan jembatan penghubung Desa Harapan Makmur RT 5 RW 10 Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur terhenti di tengah jalan, membuat ribuan warga dari beberapa desa di wilayah tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jalur utama yang seharusnya menghubungkan desa tersebut ke Lempuing (OKI) dan Pasar Tugumulyo kini dialihkan dengan cara menimbun sungai, yang justru menimbulkan masalah berat bagi masyarakat.

Pembangunan dimulai sekitar Oktober 2025, namun hanya berjalan kurang dari dua bulan dan terhenti pada pertengahan November 2025 tanpa pemberitahuan yang jelas dari pihak terkait. Kondisi menjadi semakin parah saat musim hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir – air sungai meluap dan melintasi jalan darurat tersebut hingga masyarakat sama sekali tidak bisa melintas. Beberapa kali kejadian ini membuat warga terpaksa membatalkan aktivitas penting seperti mencari pekerjaan, membeli kebutuhan pokok, dan mengantar anak-anak sekolah.

Menurut salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, timbunan material pembangunan yang digunakan untuk membuat jalan alternatif telah menyumbat aliran sungai, menyebabkan debit air yang tidak bisa mengalir dengan lancar. “Saat hujan deras, air langsung meluap dan menggenangi jalan hingga ketinggian hampir setengah meter. Kami benar-benar terkurung dan tidak bisa keluar masuk sama sekali,” ucapnya.

Selain kendala akses yang parah, masyarakat juga mengungkapkan kekhawatiran terkait kurangnya transparansi proyek. Tidak ada papan informasi yang menjelaskan detail proyek, mulai dari sumber anggaran, jadwal penyelesaian, hingga identitas pemborong yang menangani pekerjaan.

“Kami tidak tahu apa-apa tentang proyek ini. Padahal ini adalah fasilitas publik yang seharusnya transparan!” ujar salah satu warga.

Masyarakat mengeluarkan seruan kepada pemerintah Kabupaten OKU Timur, khususnya Bupati dan jajarannya, agar segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka meminta agar pemborong bertanggung jawab dan proses pembangunan dapat dilanjutkan secepat mungkin, sekaligus meminta langkah darurat untuk memperbaiki akses jalan agar masyarakat bisa beraktivitas kembali.

“Segera selesaikan jembatan ini, jangan biarkan kami terus terjebak dalam kesulitan! Minimal berikan jalan alternatif yang layak dan aman untuk dilewati,” tegas salah seorang perwakilan warga.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang maupun pemborong terkait kondisi proyek dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat sekitar.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *