PONTIANAK, Kalbar – Liputankpk.com – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas PGRI Pontianak. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kampus tersebut berhasil menempati peringkat ketiga perguruan tinggi dengan skor SINTA tertinggi di Kalimantan Barat.

Dalam data yang dirilis, Universitas PGRI Pontianak mencatatkan skor 59.956, berada di bawah Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya produktivitas akademik, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sivitas akademika Universitas PGRI Pontianak dalam beberapa tahun terakhir.
Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas akademik kampus.
Menurut Firdaus, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika yang terus berupaya memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, serta inovasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Peringkat ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa dosen dan seluruh sivitas akademika Universitas PGRI Pontianak terus produktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Universitas PGRI Pontianak akan terus mendorong peningkatan kapasitas dosen, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi internasional, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, kampus juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga, instansi pemerintah, dunia usaha, serta perguruan tinggi lainnya guna memperkuat kualitas riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin menjadikan Universitas PGRI Pontianak sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan berbagai penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.
Firdaus menilai keberhasilan masuk dalam jajaran tiga besar perguruan tinggi dengan skor SINTA tertinggi di Kalbar menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas akademik.
Menurutnya, capaian tersebut bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Ini bukan garis akhir, tetapi langkah awal untuk terus berkembang. Kami akan terus memperkuat ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada mutu,” tegasnya.
SINTA sendiri merupakan sistem yang dikembangkan pemerintah untuk mengukur kinerja perguruan tinggi, dosen, dan peneliti melalui berbagai indikator, mulai dari publikasi ilmiah, sitasi, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Masuknya Universitas PGRI Pontianak dalam posisi tiga besar kampus dengan skor SINTA tertinggi di Kalimantan Barat menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Bumi Khatulistiwa. ( Mulyadi )











