Viral Jalan Hotmix Manual DESA MANDALA JAYA RETAK Penyelesaian Baru Selesai 10 HARI, DIDUGA KARENA PENGERJAAN MANUAL Asal Asalan Dan Di Duga Adanya Penyalahgunaan Angaran Dana Desa.

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

 

LiputanKpk.com
Mandala jaya kecamatan Cikalong, kabupaten Tasikmalaya 22 Oktober 2025 — Pembangunan jalan Hotmix manual di Desa Mandala Jaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan warga. Pasalnya, proyek jalan yang baru selesai dikerjakan belum genap 10 hari, kini sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan di beberapa titik.

Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan, permukaan jalan terlihat mulai retak halus bahkan sebagian mulai mengelupas. Dari hasil penelusuran, proyek pengerjaan jalan tersebut dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat seperti tandem roller atau pemadat aspal, yang seharusnya digunakan untuk menjamin kualitas jalan hotmix.

Salah seorang warga dan narasumber yang kita temui salah satunya berinisial A), Ujang (50th), menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut tidak layak pakai sebagai masyarakat penerima manfaat

“Baru selesai beberapa hari sudah retak-retak. Kami heran kenapa dikerjakannya manual, padahal ini jalan utama warga,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Warga lainnya juga menilai bahwa mutu aspal yang digunakan tampak kurang baik. Mereka khawatir kondisi jalan akan semakin rusak ketika musim hujan tiba.

Proyek jalan hotmix ini diketahui merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Namun, hingga kini pihak pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan (TPK) belum memberikan keterangan resmi terkait kualitas dan metode pengerjaan proyek tersebut.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Mandala Jaya berinisial (A) meminta agar pemerintah kabupaten dan pihak inspektorat turun tangan memeriksa kualitas pekerjaan tersebut.
“Kami minta DPMD dan inspektorat segera turun untuk melihat kondisi di lapangan. Kalau pengerjaan tidak sesuai standar, harus ada perbaikan agar uang negara tidak terbuang sia-sia,” tegasnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Tasik Selatan saat dikonfirmasi menyatakan akan melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan apakah pengerjaan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.

“Kami akan tindaklanjuti laporan warga. Bila terbukti tidak sesuai standar, akan kami minta perbaikan dan evaluasi terhadap pelaksana kegiatan,” ujar pejabat DPUTR saat dihubungi melalui telepon.

Warga berharap agar pemerintah lebih ketat dalam mengawasi proyek-proyek infrastruktur desa, agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya dan tahan lama.
Dan berharap apapun bentuknya angaran Dana Desa harus di ketahui oleh masyarakat jangan seakan ada yang tertup dan seakan ada dugaan penyelewengan angaran Dana Desa.
Liputankpk.com
David

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *