Viral! Pasien Lansia Mengaku Tunggu Dokter Saraf 5 Jam di RSUD Kalideres, Pelayanan Disorot

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

JAKARTA | liputanKPK.com – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalideres, Jakarta Barat, kembali menuai sorotan. Sejumlah pasien mengeluhkan lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis. Kondisi tersebut memicu kekecewaan, terutama bagi pasien lanjut usia (lansia) yang harus menunggu berjam-jam hingga kelelahan.

Keluhan itu disampaikan Momo (40), warga Kalideres, yang mengantar ibunya, Rohimah (65), menjalani kontrol rutin ke dokter spesialis saraf di RSUD Kalideres pada Jumat (31/7/2026).

Menurut Momo jadwal pemeriksaan menunjukkan dokter mulai praktik pukul 12.00 WIB. Namun hingga pukul 14.00 WIB, dokter yang ditunggu belum juga datang untuk melayani pasien.

Akibat keterlambatan tersebut, puluhan pasien, termasuk banyak lansia, harus bertahan di ruang tunggu rumah sakit sejak pagi. Sebagian bahkan telah datang sejak pukul 10.00 WIB demi mendapatkan antrean lebih awal.

“Banyak juga lansia yang sudah nunggu dari jam 10 pagi. Kasihan, mereka sudah kecapekan,” kata Momo kepada wartawan, Jumat (31/7).

Kekecewaan Santy semakin bertambah ketika dokter yang dinanti akhirnya tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Menurutnya, dokter tersebut berjalan santai sambil memainkan telepon genggam saat memasuki area rumah sakit.

Pemandangan itu membuat para pasien yang sudah menunggu berjam-jam merasa tidak dihargai.

“Datang jam 2 tapi jalan santai, masuk ke RS santai sambil main HP, kayak enggak ada tanggung jawab gitu,” ujar Momo

Namun, dokter tersebut belum langsung melayani pasien. Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang perawat, dokter lebih dulu dipanggil oleh Direktur RSUD Kalideres.

“Dokternya dipanggil direktur,” kata seorang perawat singkat kepada para pasien, sebagaimana diceritakan Momo.

Menurut Momo, setelah kembali dari ruang direktur, dokter baru mulai memeriksa pasien sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal, waktu pelayanan yang tersisa hanya sekitar satu jam sebelum jam praktik berakhir.

Sekitar pukul 16.00 WIB, dokter disebut telah mengakhiri pelayanan dan meninggalkan rumah sakit.

Kondisi itu membuat sejumlah pasien merasa waktu tunggu mereka tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.

“Dari atas turun sampai jam 3, cuma satu jam pulang lagi dia,” kata Momo.

Ia mengaku para pasien yang sejak pagi menunggu akhirnya hanya bisa pasrah. Menurutnya, pelayanan yang diberikan terkesan tidak maksimal dan seolah-olah pekerjaan dilakukan tanpa kesungguhan.

“Jadi berasa kayak iseng aja kerjanya,” ujarnya.

Momo mengatakan yang paling membuat pasien kecewa bukan hanya keterlambatan dokter, tetapi juga minimnya kepedulian terhadap pasien, terutama para lansia yang harus duduk berjam-jam menunggu giliran pemeriksaan.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan manajemen RSUD Kalideres segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Ia juga meminta rumah sakit memastikan tenaga medis yang bertugas memiliki disiplin, tanggung jawab, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan mentang-mentang kita pakai BPJS gratis terus pelayanan sampah banget,” ujarnya dengan nada kesal.

Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Kalideres belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pasien mengenai keterlambatan pelayanan dokter spesialis saraf tersebut.

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *