Wabup Nagekeo Buka Pelatihan Budidaya Jamur Tiram untuk Kelompok Dasawisma di Hobokoli

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

BOAWAE, NAGEKEO, Delikkasus86.Com — Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal. Hal itu tercermin dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram bagi Kelompok Dasawisma yang berlangsung di Hobokoli, Kelurahan Nageoga, Kecamatan Boawae, pada Kamis (2/10/2025).

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Nagekeo, Gonzala Gratianus Muga Sada, S.Sos, bersama Sekretaris Dinas Transnaker Nagekeo, Mursidin Pua Geno, SP, serta perwakilan kelompok Dasawisma yang menjadi peserta pelatihan. Kehadiran masyarakat dengan penuh antusiasmenya menjadi bukti nyata semangat belajar dan berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gonzala menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan memberi tambahan keterampilan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi.

“Budidaya jamur tiram memiliki prospek yang sangat baik. Selain mudah dilakukan, hasilnya bisa langsung mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus menjadi peluang usaha baru. Saya berharap kelompok Dasawisma yang mengikuti pelatihan ini benar-benar memanfaatkan ilmu yang didapat dan mengembangkannya,” ujar Wabup.

Menurutnya, pemerintah daerah sedang fokus pada program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, melainkan dapat mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan.

Pelatihan yang diberikan tidak hanya sebatas teori. Para peserta akan diajarkan mulai dari cara pembuatan media tanam, teknik pembibitan, pemeliharaan, hingga panen jamur tiram. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai strategi pemasaran dan pengemasan produk, agar hasil budidaya dapat bernilai tambah di pasaran.

Dengan metode pelatihan yang praktis dan aplikatif, diharapkan kelompok Dasawisma mampu menerapkannya secara langsung setelah kegiatan usai.

Sekretaris Dinas Transnaker Nagekeo, Mursidin Pua Geno, SP, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat sektor ketenagakerjaan melalui pelatihan berbasis keterampilan hidup (life skills training).

“Kami tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk pasar kerja formal, tetapi juga berusaha menumbuhkan wirausaha baru yang berbasis pada potensi lokal. Jamur tiram adalah salah satu contoh usaha yang cepat menghasilkan, bernilai ekonomis, dan cocok dikembangkan di wilayah kita,” jelasnya.

Para peserta pelatihan menyambut baik program ini. Mereka menilai bahwa pelatihan semacam ini membantu meningkatkan wawasan serta membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap pelatihan ini bisa menjadi contoh dan akan terus direplikasi di desa-desa lain. Dengan semakin banyak masyarakat yang menguasai keterampilan budidaya, maka ketahanan pangan lokal akan semakin kuat, lapangan kerja baru tercipta, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Program-program kecil seperti ini, bila dijalankan dengan sungguh-sungguh, akan berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, mari kita rawat semangat belajar ini demi Nagekeo yang lebih mandiri dan berdaya saing,” tutup Wabup Gonzala.(Gusti Bebi Daga)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *