Tugala Oyo, Nias Utara || liputankpk.com – Proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Tugala Oyo di Desa Humenesiheneasi, Kecamatan Tugala Oyo, kembali menuai tanda tanya besar dari masyarakat. Sejumlah temuan visual di lapangan memperlihatkan kondisi material yang dinilai tidak sesuai harapan warga, sehingga mendorong mereka meminta transparansi dan pengecekan ulang dari instansi terkait.
Dalam observasi tim di lokasi, beberapa rangka baja ringan tampak memiliki:
– Lubang bekas paku lama,
– Noda karat,
– Permukaan kusam yang tidak menyerupai material baru.
Temuan ini memicu kekhawatiran bahwa material tersebut mungkin tidak memenuhi standar keamanan, terutama jika digunakan untuk bangunan fasilitas pendidikan.
“Kami melihat sendiri rangka baja yang kondisinya seperti sudah pernah dipasang sebelumnya. Kami khawatir soal keselamatan bangunan ini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Proyek revitalisasi ini berada dalam pelaksanaan Kepala SMPN 2 Tugala Oyo, F.Y. Harefa, S.Pd.
Warga menilai perlunya penjelasan terbuka terkait:
1. Kondisi material yang dipakai,
2. Kesesuaian dengan spesifikasi teknis proyek,
3. Mekanisme pengawasan selama pekerjaan berlangsung.
“Kami tidak ingin salah paham. Kami hanya berharap ada penjelasan resmi agar semuanya jelas,” tambah seorang tokoh masyarakat.
Beberapa warga juga menyebut adanya dugaan ketidaksesuaian antara material lapangan dan dokumen proyek, namun penilaian itu masih bersifat dugaan dan sangat memerlukan verifikasi teknis.
Tim mengumpulkan sejumlah informasi pendukung, antara lain:
– Foto detail material baja ringan yang terlihat memiliki bekas penggunaan,
– Keterangan dari beberapa warga dan sumber internal,
– Salinan dokumen proyek yang sedang dianalisis lebih lanjut oleh redaksi.
Seluruh data tersebut masih bersifat pendahuluan dan tidak dapat dijadikan dasar kesimpulan sebelum adanya pemeriksaan dari instansi yang berwenang.
Awak Media sudah menghubungi Kepala SMPN 2 Tugala Oyo, F.Y. Harefa, S.Pd., untuk meminta penjelasan mengenai kondisi material di lapangan.
Pesan konfirmasi melalui telepon dan aplikasi pesan hingga berita ini diterbitkan masih belum mendapat respons.
Redaksi juga akan meminta klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara untuk mendapatkan gambaran teknis mengenai standar material yang seharusnya digunakan.
Masyarakat berharap adanya pemeriksaan langsung terhadap material yang terpasang, guna memastikan proyek dilaksanakan sesuai standar dan tidak berpotensi membahayakan keselamatan bangunan.
“Kami hanya ingin bangunan yang kuat dan aman untuk anak-anak kami. Kalau ada yang tidak sesuai, itu harus diperiksa,” tegas seorang warga lainnya.
Redaksi akan melanjutkan investigasi ini dengan:
– Mengumpulkan verifikasi tambahan,
– Menganalisis ulang dokumen proyek,
– Menunggu tanggapan dari pihak sekolah dan instansi terkait.
Perkembangan terbaru akan disampaikan setelah informasi yang diterima terkonfirmasi kebenarannya.
Laporan: Yosua Hia












