Wow Benarkah, DPRD Provinsi Jawa Barat Study Banding Ke Bali dan Semarang Menelan Anggaran 370,5 Miliard Selama 3 Hari ? H.Zaenal Arifin Beri Klarifikasi
Jabar, Liputankpk.com
Jika informasi yang beredar ini benar, sungguh di luar nalar, wakil rakyat di Jawa Barat mengadakan study banding ke Bali selama tiga hari menelan uang rakyat sebesar Rp 370,5 Miliard seperti narasi yang beredar di akun medsos abirifat https://vt.tiktok.com/ZSBeDWmJE/.
Di narasikan bahwa alokasi belanja studi banding kali ini tidak tertera pada penjabaran APBD Jabar Tahun 2025. Namun secara keseluruhan alokasi belanja perjalanan dinas dalam negeri yang tertera dalam APBD tahun 2025 dengan kode rekening 5.1.02.04.01 mencapai 370,5 Miliar, sebelum efisiensi dari 762,9 Miliar.
Ketika di konfirmasi kepada salah satu anggota DPRD dari Partai PDIP di katakan bahwa semua anggota DPRD dari Partai PDIP tidak ada yang ikut study ke Bali dan Semarang, karena fokus sedang mengikuti acara bulan Bung Karno selama bulan Juni 2025, dan ” untuk lebih jelasnya silahkan ke humas DPRD Propinsi, ” Ujar Wakil Rakyat tersebut.

Dan lanjut, H Zaenal Arifin dari Partai Demokrat salah satu anggota DPR Propinsi Jawa Barat yang ikut study banding ke Bali dan Semarang memberikan sanggahan atas informasi yang beredar di masyarakat lewat akun tiktok, kepada media melalui pesan whatsapp, Jumat, 27 Juni 2025, H Zaenal menjelaskan bahwa Pertama saya tidak tahu datangnya sumber berita ini dari mana dan dari siapa? Motivasinya apa? tetapi wajib saya sampaikan sebagai salah satu anggota DPRD Provinsi Jabar yang ikut studi banding, sangat menyayangkan atas munculnya berita itu, Kedua saya ingin menyampaikan terkait berita itu sangat tidak benar, logikanya dari mana kalo anggarannya harus se fantastis itu, katakanlah separuh dari jumlah anggota 120 orang berarti anggota yang berangkat jumlahnya 60 anggota, tiket pesawatnya PP Rp 3.200 000 X 60 = Rp192 jt kemudian hotel Rp 3.500 000 selama dua malam X 60 = Rp 210. 000. 000
Tambah SPPD 60 X 1.450. 000 = Rp 87 000 000 total semuanya Rp 489 000 000.
” Saya sanggah info tersebut, dan estimasi saya hanya berkisar Rp 489 juta, terus dari mana angka 370,5 Miliar itu ? Tegas H Zaenal penuh keheranan.
M.Irsyam ketua KPL ( Komunitas Peduli Lalu Lintas ) dan juga sebagai warga Jawa Barat, jika terbukti benar, kegiatan tersebut, dengan menghabiskan miliaran rupiah buat studi banding adalah bentu pemborosan uang rakyat, padahal masih banyak jalan rusak, rumah tidak layak huni, dan kesehatan yang harus di benahi.
” Jika ini benar, sangat menyakiti hati rakyat, menggunakan uang rakyat dengan cara yang di duga ugal – ugalan adalah bentuk ketidak pedulian kepada rakyat Jawa Barat, ” Ujar M.Irsyam
Dan hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari sekwan DPRD Propinsi Jawa Barat, dan ketua DPR Propinsi. ( eyp )











