Liputankpk.com- balai karimun riau-Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di perairan Kepulauan Riau pada Jumat, 16 Mei 2025. Dalam operasi yang dilakukan secara terkoordinasi, petugas mengamankan sebuah kapal ikan asing berbendera Thailand bernama Aungtoetoe 99. Kapal tersebut diketahui membawa total 1.905 kilogram (1,9 ton) narkotika yang terdiri dari 1.200 kilogram kokain dan 705 kilogram sabu-sabu.
Penangkapan kapal tersebut bermula dari laporan intelijen maritim yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Tim F1QR yang tengah melaksanakan patroli rutin segera melakukan penyekatan dan penghentian terhadap kapal Aungtoetoe 99 di titik koordinat strategis. Saat digeledah, petugas menemukan puluhan karung berisi paket narkotika yang telah dikemas rapi dan disembunyikan di dalam ruang pendingin ikan kapal.
Komandan Lanal TBK Kolonel Laut (P) Wira Sandi menjelaskan bahwa keberhasilan penggagalan penyelundupan ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AL, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, serta unsur kepolisian setempat. “Ini merupakan bentuk nyata sinergitas antarlembaga dalam menjaga perairan Indonesia dari ancaman transnasional seperti narkotika,” ujarnya dalam konferensi pers usai penangkapan.
Tersangka yang merupakan awak kapal berkewarganegaraan asing saat ini telah diamankan dan tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan sementara menunjukkan bahwa Indonesia hanya menjadi jalur transit dalam jaringan penyelundupan narkotika internasional yang dikendalikan dari luar negeri. Aparat masih mendalami kemungkinan keterlibatan sindikat narkotika lintas negara dalam operasi ini.
Dengan nilai estimasi mencapai triliunan rupiah, temuan ini menjadi salah satu kasus penyelundupan narkoba terbesar yang pernah digagalkan oleh TNI AL di tahun 2025. Barang bukti dan kapal kini telah diamankan di Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun untuk kebutuhan investigasi lanjutan dan proses hukum. Pihak berwenang berkomitmen akan menindak tegas segala bentuk penyelundupan yang mengancam generasi bangsa.
Kita sebagai masyarakat Indonesia sangat mengapresiasi, keberhasilan TNI AL karena sudah menjaga kedaulatan laut nasional dari para jaringan penyelundupan narkotika internasional, seandainya barang haram sebayak ini lolos ke negara kita berapa banysk generasi muda kita rusak oleh barang haram ini.
Keberhasilan ini menambah deretan prestasi TNI AL dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan rawan seperti perbatasan dengan Malaysia. Diharapkan, keberhasilan ini juga memperkuat peran Indonesia sebagai negara yang tegas dalam memberantas kejahatan narkotika internasional, sekaligus menjaga keamanan maritim nasional Indonesia (Mulyadi)












