Kasus Orang Hilang di Tapian Nauli Diduga Ada Kejanggalan, Warga Minta Penegak Hukum Bertindak

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Tapanuli Selatan, liputankpk.com – Misteri hilangnya seorang warga bernama Abdul Rahmat Giawa, warga Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, sejak 1 Agustus 2022, kembali menjadi perhatian masyarakat.

Dalam perkembangan terbaru, beredar pengakuan dari seseorang yang mengaku mengetahui peristiwa hilangnya Abdul Rahmat, dan menyebut adanya unsur tindak kekerasan di balik kejadian itu. Pengakuan tersebut disampaikan melalui pesan suara dan video yang beredar di kalangan warga.

Dalam rekaman yang beredar, sosok yang diduga pelaku menyebut bahwa Abdul Rahmat bukan pergi merantau seperti yang selama ini diyakini keluarga, melainkan menjadi korban tindak kekerasan. Pengakuan itu kini memunculkan kembali tanda tanya besar di masyarakat Tapian Nauli.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai kebenaran pengakuan tersebut. Aparat Kelurahan dan lingkungan setempat juga belum memberikan tanggapan terbuka terkait informasi yang berkembang di masyarakat.

Sejumlah warga menyayangkan lambatnya respons aparat setempat terhadap laporan yang sempat disampaikan.

“Sudah pernah disampaikan ke pihak kelurahan dan RT, tapi belum ada tindakan yang jelas. Kami khawatir kasus ini akan hilang begitu saja,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Beberapa warga juga menduga adanya upaya menutupi kasus ini karena tidak ada langkah lanjutan setelah informasi awal diterima. Dugaan ini diperkuat oleh sikap diam sebagian pihak yang disebut-sebut mengetahui peristiwa tersebut.

“Kalau memang tidak benar, mestinya dibuka saja secara terang agar masyarakat tidak menafsir macam-macam,” tambah sumber yang sama.

Sementara itu, Lurah Tapian Nauli dan ketua RT setempat belum memberikan klarifikasi meski sudah dihubungi oleh warga dan pihak media.

Kepolisian setempat diharapkan segera menelusuri kebenaran informasi yang beredar agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mendorong aparat penegak hukum turun tangan untuk memastikan apakah pengakuan itu benar atau tidak. Masyarakat butuh kepastian,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Kasus hilangnya Abdul Rahmat Giawa kini kembali menjadi perbincangan hangat di Tapanuli Selatan. Publik menanti langkah tegas dari aparat hukum untuk membuka tabir misteri yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun ini.

Reporter: Asa

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *