LiputanKPK.Com/Tangerang Selatan, 10 November 2025 — Bangunan megah Polres Tangerang Selatan yang berdiri gagah di bawah semboyan “PRESISI” ternyata menyimpan ironi di balik dinding kokohnya. Tulisan besar PRESISI — akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan — seolah menjanjikan kenyamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan justru berkata lain.
Pantauan langsung tim media, siang tadi, menunjukkan bahwa ruang tunggu pelayanan umum Polres Tangsel terasa pengap dan panas AC rusak masih tetap dibiarkan terpasang.

Tidak tampak fasilitas ruangan yang memadai, sementara kursi yang terbatas membuat sebagian pengunjung harus berdiri menunggu giliran selama berjam-jam.
“Saya sudah hampir satu jam menunggu, rasanya seperti di sauna. Padahal cuma mau mengurus klarifikasi biasa,” keluh R (32), warga Serpong Utara yang ditemui di lokasi.
“Bangunannya memang megah, tapi pelayanan publiknya belum manusiawi,” tambahnya dengan nada kecewa.
Keluhan serupa disampaikan oleh seorang pria pengusaha kecil yang datang memenuhi panggilan klarifikasi.
“Saya kira di Polres besar seperti Tangsel sudah ada ruang tunggu yang nyaman. Tapi ternyata pendingin ruangan pun tidak terasa. Kita datang bukan untuk minta dilayani istimewa, tapi paling tidak ya tidak sampai kepanasan begini,” ujarnya dengan nada kesal.
Lebih ironis lagi, seorang pengunjung lain mengaku sudah datang tiga bulan lalu, dan pada hari ini kembali mendapati kondisi yang masih sama buruknya.
“Saya datang tiga bulan lalu, suasananya juga panas, ramai, dan tidak tertata. Hari ini saya datang lagi, ternyata tidak ada perubahan sama sekali,” ujar pria paruh baya berinisial H, sambil mengusap keringat di dahi.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan publik: apakah wajah pelayanan PRESISI hanya berhenti pada baliho dan tembok megah semata? Masyarakat berharap Polres Tangsel tidak hanya membangun citra, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kemanusiaan dalam setiap pelayanan.
Sementara itu, pihak media yang hadir untuk melakukan konfirmasi klarifikasi biasa juga mengalami hal serupa. Proses menunggu yang lama dan suasana ruang yang panas menjadi catatan tersendiri bagi insan pers yang datang meliput.
“Kami datang sebagai media untuk melakukan konfirmasi resmi. Sejak pukul 13.00 siang kami sudah tiba dan langsung menuju ruangan sesuai unit yang tercantum dalam surat. Dari luar tampak ruangan yang tertata dan nyaman, tetapi saat kami masuk, hawa panas langsung terasa. Kami berharap ruang pelayanan publik dapat lebih diperhatikan lagi,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebutkan namanya.
Publik menilai, Polres Tangerang Selatan perlu segera melakukan pembenahan, bukan hanya pada aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam hal pelayanan dasar dan kenyamanan masyarakat yang datang dengan itikad baik untuk memenuhi kewajiban hukum. ( ALFRIT)












