Bitung, Sulawesi Utara, Liputankpk.com— Polemik yang sempat berkembang terkait pernyataan Dansatrol Bitung dan memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat akhirnya menemui titik terang melalui pertemuan klarifikasi yang berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kekeluargaan.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua PWO IN Sulawesi Utara, Reza Lumanu, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga besar Jawa sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog yang baik dan membangun.
Dalam kesempatan itu, Dansatrol Bitung menyampaikan bahwa berbagai pemberitaan maupun narasi yang berkembang di sejumlah media bukan merupakan pernyataan resmi ataupun instruksi langsung dari dirinya. Menurutnya, hal tersebut merupakan pandangan dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Lebih lanjut, Dansatrol Bitung juga menyampaikan klarifikasi sekaligus mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian ucapan yang menimbulkan beragam penafsiran di masyarakat. Dengan penuh keterbukaan, ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar suku Jawa apabila pernyataannya telah menimbulkan rasa kurang nyaman atau kesalahpahaman.
Klarifikasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga hubungan harmonis antarsesama di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
Ketua PWO IN Sulut, Reza Lumanu, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya profesionalisme dan kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan kepada publik, khususnya bagi pihak yang memiliki posisi dan tanggung jawab di tengah masyarakat.
“Profesionalisme dan kebijaksanaan dalam menyampaikan sesuatu sangat penting, karena setiap ucapan memiliki dampak dan dapat diterima dengan beragam sudut pandang,” ujar Reza Lumanu.
Ia juga menegaskan bahwa pers memiliki peran sebagai bagian dari kontrol sosial yang menyampaikan informasi, kritik, dan masukan secara konstruktif demi kemajuan bersama.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta memperkuat sinergi yang baik antara masyarakat, media, dan institusi.
“Perbedaan dapat diselesaikan melalui dialog, dan dari komunikasi yang baik akan lahir pemahaman serta persatuan.












