Bullying dan Body Shaming di Lingkungan MBG H. Bate Disorot, Keluarga Pekerja Sampaikan Protes Keras

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Bullying dan Body Shaming di Lingkungan MBG H. Bate Disorot, Keluarga Pekerja Sampaikan Protes Keras

LiputanKPK.com. MAKASSAR — Dugaan tindakan bullying, body shaming, dan kekerasan verbal di lingkungan MBG/SPPG H. Bate menuai sorotan setelah keluarga salah satu pekerja menyampaikan protes terbuka atas perlakuan yang dialami seorang pekerja bernama Ayu.

Ananda Noval Ferdian Manamuri bersama kakaknya ayu, Andi Syamkumullah, mengaku kecewa dan sedih atas perlakuan yang diterima ibu mereka selama bekerja di lingkungan MBG/SPPG H. Bate. Mereka menyebut sang ibu diduga mendapat perlakuan tidak manusiawi berupa hinaan fisik dan tekanan verbal yang dilakukan oleh oknum asisten lapangan.

Menurut pengakuan keluarga, Ayu beberapa kali disebut berbadan besar dan sulit bergerak di depan pekerja lain. Padahal selama ini ia dikenal tetap bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Tidak ada pekerja yang pantas dihina atau dipermalukan hanya karena persoalan pribadi ataupun rasa iri,” ungkap Noval dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan, persoalan diduga bermula setelah ibunya dipercaya pihak SPPG untuk menangani pembuatan bumbu masakan. Sejak saat itu muncul dugaan kecemburuan dari salah satu koordinator yang kemudian berujung pada perlakuan tidak adil di lingkungan kerja.

Puncak kejadian disebut terjadi saat Ayu datang bekerja seperti biasa, namun tiba-tiba ada upaya mengambil alih tugas yang selama ini dijalankannya. Ketika Ayu menyarankan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada ahli gizi, situasi justru memanas hingga terjadi keributan di dapur kerja.

Keluarga menilai tindakan yang dilakukan oknum tersebut sudah mencederai etika kerja dan nilai kemanusiaan. Mereka berharap pihak terkait di lingkungan MBG/SPPG H. Bate segera melakukan evaluasi agar tidak ada lagi pekerja yang mengalami penghinaan, bullying, maupun kekerasan verbal di tempat kerja.

“Setiap orang datang bekerja untuk mencari nafkah dengan tenang dan layak dihargai sebagai manusia,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak koordinator maupun manajemen terkait dugaan perlakuan verbal tersebut.

Muh. Ilham Nur

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *