LANGKAT – Liputankpk.com
Suasana dini hari di Kabupaten Langkat terasa berbeda pada Senin (20/7/2026). Di Warkop Agam, Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, ratusan warga berkumpul bukan untuk protes atau demo, melainkan untuk bersukacita bersama jajaran Kepolisian Resor Langkat. Kapolres Langkat AKBP Hannry PH. Tambunan, S.E., S.I.K., bersama Pejabat Utama (PJU) menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina.
Kegiatan yang dimulai pukul 02.00 WIB ini dihadiri oleh para Kasat, Kasi, Kapolsek, Kanit, hingga personel Polres Langkat, serta sekitar 150 masyarakat yang antusias. Tidak ada jarak antara aparat dan warga; semua duduk berdampingan, saling berbincang, dan bersorak bersama setiap kali terjadi peluang gol.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Bagi Kapolres Langkat, momen ini bukan sekadar hiburan olahraga, melainkan strategi jitu untuk membangun komunikasi dua arah yang harmonis. Melalui Ps. Kasi Humas Iptu M. R. Siregar, AKBP Hannry menyampaikan bahwa kehadiran polisi di ruang publik seperti warkop adalah wujud nyata bahwa Polri ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan hanya saat ada masalah.
“Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan dalam tugas penegakan hukum. Kami juga ingin hadir melalui kegiatan positif yang mempererat ikatan emosional. Kebersamaan seperti ini adalah fondasi kuat sinergitas kami dalam menjaga Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Iptu Siregar mewakili Kapolres.
Apresiasi Warga: Polisi Kini Terasa Lebih Dekat
Suasana keakraban yang terbangun mendapat respons positif dari warga. Salah seorang peserta nobar mengungkapkan rasa terharunya melihat pemimpin kepolisian mau meluangkan waktu istirahat demi berbaur dengan rakyat kecil.
“Terima kasih Bapak Kapolres dan jajaran. Jarang-jarang ada pejabat polisi yang mau begadang bareng kami cuma buat nonton bola dan ngobrol santai. Ini membuat kami merasa Polri itu benar-benar dekat dan terbuka. Semoga silaturahmi seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya dengan senyum lebar.
Warga juga berharap di bawah kepemimpinan AKBP Hannry, program-program humanis semacam ini dapat terus digalakkan. Mereka menilai bahwa pendekatan dari hati ke hati jauh lebih efektif dalam membangun kepercayaan publik dibandingkan sekadar operasi formal.
Kegiatan berakhir dengan situasi yang tetap aman, tertib, dan kondusif. Nobar ini menjadi bukti konkret implementasi Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan berbasis teknologi, informasi, dan yang terpenting, pendekatan humanis yang memanusiakan hubungan antara aparat dan masyarakat.
(Warianto)












