Kota Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Kabar gembira menyelimuti ratusan warga Kota Bogor. Sebanyak 988 ijazah lulusan SMA, SMK, dan MA akhirnya diserahkan kepada masyarakat melalui program pelunasan biaya pendidikan yang kembali digencarkan DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada tahun anggaran 2026.
Penyerahan ijazah tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna dan dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor Dr. Adityawarman Adil, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, serta Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat Yudi Rahmat.
Program tersebut menjadi solusi bagi para lulusan yang selama ini belum dapat mengambil ijazah karena masih memiliki kendala biaya pendidikan.
Pelaksanaan program mengacu pada Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 50 Tahun 2023 tentang Bantuan Pelunasan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan bagi Siswa Miskin.
Pada 2026, tercatat 988 siswa dari 59 sekolah mendapatkan manfaat program tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 8 siswa berasal dari Madrasah Aliyah (MA), 53 siswa dari SMA, dan 927 siswa dari SMK. Di antara penerima tersebut terdapat 118 siswa yang masuk dalam pendataan khusus.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengatakan, program pelunasan ijazah merupakan hasil perjuangan panjang antara legislatif dan pemerintah daerah. “Ini program perjuangan panjang DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor,” kata Adityawarman.
Menurutnya, persoalan ijazah yang masih tertahan di sekolah telah menjadi perhatian DPRD sejak periode 2019-2024. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan hingga masuk dalam penganggaran APBD pada 2020-2021 dan mulai dapat dieksekusi pada 2021.
Adityawarman mengungkapkan, DPRD sebelumnya banyak menerima keluhan dari masyarakat, khususnya siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tetapi belum dapat memperoleh ijazah karena keterbatasan ekonomi.
Pembahasan bersama pemerintah daerah, kata dia, tidak selalu berjalan mudah. Namun, upaya tersebut akhirnya menghasilkan program yang terus dilaksanakan hingga saat ini.
Meski kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan, Adityawarman berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu.
Ia juga berpesan kepada para penerima agar ijazah yang telah diperoleh tidak sekadar menjadi dokumen pendidikan, tetapi dimanfaatkan sebagai modal untuk memperbaiki kehidupan.
”Gunakan ijazah ini sebagai senjata untuk memperbaiki masa depan, baik untuk bekerja maupun kuliah,” pesannya.
Adityawarman berharap para lulusan nantinya mampu menjadi tulang punggung keluarga dan meningkatkan taraf ekonomi keluarganya. “Kita berharap adik-adik semua bisa jadi tulang punggung yang baik untuk keluarga. Kalau keluarga kita semuanya ekonominya baik, insyaallah Kota Bogor kesejahteraannya akan meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai pendidikan memiliki peran penting dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Menurut Dedie, kesempatan memperoleh kembali ijazah harus menjadi momentum bagi para lulusan untuk meningkatkan kualitas diri dan mencari peluang baru.
”Jadikan momentum penebusan ijazah ini sebagai pemantik semangat. Bekerjalah segiat mungkin, buktikan kalian mampu mensejahterakan, dan jangan berhenti belajar,” kata Dedie.
Ia juga mendorong para penerima program agar tidak berhenti pada jenjang pendidikan yang telah ditempuh. Dedie membuka peluang agar para lulusan terus melanjutkan pendidikan, mulai dari diploma hingga jenjang perguruan tinggi yang lebih tinggi. “Cari peluang untuk lanjut ke D3, D4, S1, S2, hingga S3,” ujarnya.
Program penebusan ijazah ini sekaligus menjadi bentuk intervensi pemerintah daerah dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hak atas dokumen pendidikan yang telah mereka selesaikan.
Dengan diterimanya ijazah tersebut, ratusan lulusan kini memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
988 Ijazah Warga Kota Bogor Ditebus Pemkot dan DPRD, Jadi Harapan Baru untuk Masa Depan

───────────────────────────────────











