Banjir dan Longsor Dahsyat Terjang Aceh Singkil: Ribuan Warga Terdampak, Puluhan Desa Terisolasi, Kerugian Fantastis!

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Aceh Singkil | LiputanKPK.com ~ Bencana alam bertubi-tubi melanda Kabupaten Aceh Singkil. Banjir bandang dan tanah longsor menerjang delapan kecamatan sekaligus, menyebabkan kerusakan parah dan mengancam kehidupan ribuan penduduk. Sejak Rabu, 19 November 2025, hingga Senin, 24 November 2025, hujan lebat tanpa henti memicu meluapnya Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Soraya, mengubah sebagian besar wilayah menjadi lautan lumpur dan puing.

Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Aceh Singkil pada Rabu, 26 November 2025, pukul 11.30 WIB, menggambarkan skala bencana yang memprihatinkan. Sebanyak delapan kecamatan, yaitu Gunung Meriah, Singkil Utara, Kuta Baharu, Singkil, Simpang Kanan, Suro, Danau Paris, dan Singkohor, kini berstatus darurat bencana. Total 6.463 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 24.133 jiwa terdampak langsung oleh peristiwa ini.

Di Kecamatan Singkil, ribuan rumah warga di 16 desa terendam banjir dengan ketinggian mencapai 80 cm hingga 120 cm. Bahkan di beberapa desa seperti Ujung Bawang, ketinggian air mencapai dada orang dewasa, memaksa warga mengungsi ke tempat kerabat untuk menyelamatkan diri. Kondisi serupa terjadi di Desa Cibubukan, Tanjung Mas, dan Ujung Limus, Kecamatan Simpang Kanan, di mana air menggenang hingga 2 meter, melumpuhkan segala aktivitas.

“Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Aceh Singkil mengakibatkan meluapnya sungai Lae Cinendang dan sungai Lae Soraya, yang memicu banjir dan longsor di banyak titik,” demikian keterangan resmi dari Pusdalops-PB BPBD Aceh Singkil.

Dampak bencana ini melumpuhkan seluruh sektor, terutama transportasi. Jalan antar kecamatan dan desa di berbagai wilayah terendam banjir, termasuk jalur vital Gunung Meriah-Singkohor di Desa Cingkam. Beberapa ruas jalan nasional pun tak luput dari genangan air. Jalur Aceh Singkil-Subulussalam di Desa Bulusema (Kec. Suro) dan Desa Silatong, serta jalur Singkil-Tapanuli Tengah di Desa Napagaluh (Kec. Danau Paris), terendam total, menyebabkan kelumpuhan transportasi.

Lebih parah lagi, longsor telah memutus Jalan Mitigasi Bencana di Desa Pea Bumbung (Kec. Singkil) dengan ketinggian air 80 cm. Jembatan di Desa Suka Makmur (Kec. Singkil) ambruk, semakin memperparah isolasi beberapa desa. Di Desa Srikayu/Pea Jambu (Kec. Kuta Baharu), jalan penghubung antar desa dan kecamatan terputus dan hingga kini belum ada perbaikan.

Tak hanya permukiman penduduk, fasilitas publik pun menjadi korban keganasan alam. Sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Mukti Harapan (Kec. Singkohor) rusak parah akibat longsor. Sejumlah masjid, SMA/sederajat, Poskesdes, SD/sederajat, TPA/sederajat, SMP/sederajat, TK, dan pesantren di berbagai desa juga terdampak banjir, mengganggu layanan publik dan pendidikan.

Di Desa Bulusema (Kec. Suro), banjir dan longsor di tebing sungai mengakibatkan kerusakan rumah penduduk, menambah daftar panjang kerugian materiil.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui BPBD bergerak cepat menyikapi kondisi darurat ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diturunkan ke lokasi bencana, dan perahu polytelen dikerahkan untuk mengevakuasi warga di Desa Kuta Simboling, Suka Makmur, Ujung Bawang, dan Silatong. Evakuasi massal juga dilakukan di Desa Cibubukan, Tanjung Mas, dan Ujung Limus (Kec. Simpang Kanan), serta Desa Pasar (Kec. Singkil).

Bupati Aceh Singkil, Kalaksa BPBD, dan unsur Muspika turut meninjau langsung lokasi bencana untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan bantuan tersalurkan dengan baik.

Meskipun pembersihan longsor di Desa Lipat Kajang (Kec. Simpang Kanan) telah membuka kembali akses untuk kendaraan roda 2 dan 4, serta longsor di Desa Kain Golong sudah bisa dilalui kendaraan roda 4, namun banyak wilayah lain yang masih terisolasi. Jalan di Desa Situban Makmur (Kec. Danau Paris) masih tidak bisa dilalui kendaraan.

Longsor di Desa Lae Balno (Kec. Danau Paris), perbaikan jalan terputus di Desa Srikayu/Pea Jambu, dan longsor di tebing sungai Desa Bulusema serta SDN Mukti Harapan masih menunggu penanganan lebih lanjut.

Kondisi cuaca di Kabupaten Aceh Singkil masih diguyur hujan ringan hingga lebat, dengan suhu 24°C dan kelembaban 96%. “Kondisi cuaca di Kabupaten Aceh Singkil masih berlangsung hujan, dikhawatirkan ketinggian air akan terus bertambah,” demikian peringatan dari petugas piket BPBD Rosiana Kusuma Wardani.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas penanggulangan bencana guna mencegah korban jiwa dan kerugian yang lebih besar. Pemerintah daerah terus memantau, berkoordinasi, dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala. Ribuan jiwa kini menanti uluran tangan dan bantuan untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana dahsyat ini.{*}

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *