Banjir dan Longsor Meluas di Aceh Singkil: Ribuan Warga Terdampak, Jalur Utama Terputus

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Aceh Singkil, liputanKPK.com ~ Bencana banjir dan longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Singkil menyusul intensitas hujan tinggi yang tak kunjung reda. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penenggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Kabupaten Aceh Singkil H. Alhusni SH., menyampaikan Data terbaru dari Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Singkil pada Selasa, 25 November 2025, pukul 11.00 WIB, menunjukkan bahwa ribuan jiwa terdampak, puluhan desa terendam, dan beberapa akses jalan vital terputus.

Kronologi dan Dampak Parah: Hujan deras yang mengguyur Aceh Singkil sejak beberapa hari terakhir menyebabkan meluapnya Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Soraya. Banjir mulai melanda Kecamatan Gunung Meriah dan Singkil Utara sejak Rabu, 19 November, pukul 06.00 WIB, diikuti oleh Kecamatan Singkil pada Sabtu, 22 November. Kondisi semakin parah dengan terjadinya longsor di Kecamatan Simpang Kanan pada Senin, 24 November, pukul 04.00 WIB.

Dampak bencana ini sangat meluas. Di Kecamatan Gunung Meriah, Desa Cingkam, Tanah Merah, dan Rimo terendam, dengan akses jalan antar kecamatan menuju Singkohor terputus. Hal serupa terjadi di Desa Kampung Baru, Singkil Utara, di mana jalan antar desa juga terendam.

Kecamatan Singkil menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan 16 desa terendam, termasuk Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Kilangan, dan Kuta Simboling. Jalan utama menuju Kecamatan Singkil di Desa Rantau Gedang dan Teluk Rumbia tak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun empat. Bahkan, Jalan Mitigasi Bencana di Desa Pea Bumbung masih terputus total dengan ketinggian air mencapai 40 cm

.

Di Kecamatan Kuta Baharu, jalan jembatan Tinanggam di Desa Butar terendam hingga ketinggian 80 cm, sementara jalan antar desa dan kecamatan di Desa Srikayu/Pea Jambu juga terputus. Longsor di Desa Lipat Kajang, Simpang Kanan, sempat mengganggu aktivitas berkendara, meskipun kini sudah bisa dilalui setelah dilakukan pembersihan. Namun, banjir juga menggenangi rumah penduduk di Desa Cibubukan dan Tanjung Mas.

Tidak hanya itu, jalan nasional Aceh Singkil menuju Subulussalam di Desa Bulusema, Kecamatan Suro, juga terendam setinggi 50 cm, menghambat lalu lintas. Di Desa Situban Makmur, Kecamatan Danau Paris, ketinggian air mencapai 70 cm, menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas.

Korban Terdampak dan Fasilitas Umum:
Total sementara korban terdampak mencapai 647 Kepala Keluarga (KK) atau 2.591 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat banyak desa yang masih dalam pendataan. Beberapa desa dengan jumlah terdampak signifikan antara lain Desa Teluk Rumbia (262 KK/1.127 jiwa) dan Desa Rantau Gedang (175 KK/678 jiwa) di Kecamatan Singkil, serta Desa Kampung Baru (83 KK/321 jiwa) di Singkil Utara.

Bencana ini juga merendam sejumlah fasilitas umum vital, termasuk masjid, sekolah dari tingkat SD hingga SMA/sederajat, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini:
BPBD Kabupaten Aceh Singkil telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana untuk melakukan pemantauan, koordinasi, dan pelaporan. Kondisi mutakhir menunjukkan adanya variasi di setiap lokasi:
Gunung Meriah: Desa Cingkam kembali banjir, namun jalan penghubung yang sempat terputus telah diperbaiki.

Singkil Utara: Banjir di Desa Kampung Baru sudah surut, meski sebelumnya sempat ada 11 KK yang mengungsi namun kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Kuta Baharu: Jalan jembatan Tinanggam di Desa Butar masih terendam sekitar 80 cm.

Singkil: Banjir masih melanda 16 desa dengan ketinggian air antara 50 hingga 70 cm. Jalan mitigasi bencana di Desa Pea Bumbung masih terputus.

Simpang Kanan: Longsor di Desa Lipat Kajang sudah dibersihkan dan jalan sudah bisa dilalui.
Danau Paris: Kendaraan masih tidak bisa melintas di Desa Situban Makmur dengan ketinggian air 70 cm.

Suro: Banjir masih terjadi di Desa Bulusema, kendaraan tidak bisa melintas dengan ketinggian air 50 cm.
Kuta Baharu: Jalan yang terputus di Desa Srikayu/Pea Jambu masih dalam kondisi terputus.

Menurut laporan petugas piket Rosiana Kusuma Wardani, kondisi cuaca di Aceh Singkil masih diguyur hujan ringan hingga sedang, dengan suhu 24°C, kelembaban 97%, dan kecepatan angin 5.4 km/jam dari arah Barat. Kondisi cuaca ini dikhawatirkan dapat memperparah atau memperpanjang durasi banjir dan potensi longsor di wilayah yang rawan.

Pemerintah daerah melalui BPBD terus memonitor situasi dan berupaya maksimal dalam penanganan bencana serta membantu masyarakat terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas.{*}

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *