Kabupaten Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Masyarakat yang hendak membeli rumah melalui agen properti diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang menawarkan hunian dengan mengatasnamakan perusahaan pengembang tertentu. Rabu, 12/08/2026.
Hal tersebut mencuat setelah seorang konsumen berinisial DV mengaku mengalami persoalan dalam transaksi properti yang melibatkan RAF Property Development. Dalam prosesnya, pihak tersebut disebut membawa nama The Icon Acropolis, sehingga konsumen mengira agen tersebut memiliki hubungan langsung sebagai bagian dari perusahaan pengembang perumahan tersebut. DV mengaku telah menyerahkan uang dalam jumlah puluhan juta rupiah untuk keperluan uang muka dan proses berkas konsumen kepada pelaku berinisial AGL dan FJR.
Namun, menurut keterangan DV, setelah uang diserahkan, proses data dan berkas konsumen yang dijanjikan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hingga berita ini diturunkan, uang yang telah diserahkan tersebut juga disebut belum dikembalikan. Kondisi tersebut membuat DV merasa kecewa dan menduga dirinya mengalami kerugian akibat transaksi yang dilakukan dengan pihak yang mengaku sebagai agen properti.
Developer Bantah Agen Merupakan Karyawan
Untuk memastikan informasi tersebut, wartawan kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak pengembang The Icon Acropolis. Hery, Manager Operasional The Icon Acropolis, menegaskan bahwa pihak yang dimaksud bukan merupakan karyawan perusahaan.
“Bukan karyawan di sini,” ujar Hery saat dikonfirmasi wartawan.
Hery menjelaskan bahwa hubungan RAF Property Development dengan pihak The Icon Acropolis sebelumnya hanya sebatas agen pemasaran dan berlangsung dalam waktu sekitar 1,5 bulan. Dengan demikian, menurut pihak pengembang, RAF Property Development bukan bagian dari struktur karyawan internal The Icon Acropolis.
Hery juga menyampaikan apresiasi karena persoalan tersebut dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengembang sebelum informasi berkembang lebih jauh. “Terima kasih sudah dikonfirmasi terlebih dahulu ke kami. Jangan sampai nama besar perumahan ini menjadi jelek akibat agen yang mengaku karyawan di sini,” kata Hery.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya konsumen melakukan verifikasi langsung kepada pengembang apabila terdapat agen yang mengaku sebagai karyawan atau bagian resmi dari perusahaan.
Konsumen Diminta Tidak Mudah Menyerahkan Uang
Kasus yang dialami DV menjadi peringatan bagi masyarakat yang tengah mencari rumah agar tidak terburu-buru menyerahkan uang dalam jumlah besar hanya berdasarkan komunikasi dengan seorang agen. Konsumen sebaiknya memastikan terlebih dahulu identitas agen, status hubungan agen dengan pengembang, legalitas proyek, rekening penerima pembayaran, serta dokumen resmi transaksi.
Pembayaran juga idealnya dilakukan melalui mekanisme resmi yang dapat dipertanggungjawabkan dan disertai bukti pembayaran serta dokumen perjanjian yang jelas. Apabila terdapat pihak yang mengaku sebagai karyawan developer, calon konsumen dapat melakukan konfirmasi langsung kepada kantor pemasaran atau manajemen pengembang sebelum melakukan pembayaran.
Akan Dilaporkan ke Polres Bogor
Atas persoalan tersebut, pihak konsumen menyatakan kasus ini akan segera dilaporkan kepada Polres Bogor untuk mendapatkan penanganan dan penyelidikan sesuai ketentuan hukum. Bukti-bukti transaksi, komunikasi, dokumen, serta informasi terkait pembayaran diharapkan dapat menjadi bahan bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap duduk perkara sebenarnya.
Hingga berita ini diturunkan, persoalan tersebut masih berupa dugaan dan klaim dari pihak konsumen serta belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya tindak pidana atau menetapkan pihak tertentu sebagai pelaku. Karena itu, seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan menempuh proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat yang pernah mengalami modus serupa diimbau untuk tidak menyelesaikan persoalan hanya secara informal apabila terdapat dugaan kerugian. Dokumentasikan seluruh bukti dan laporkan kepada pihak berwenang agar persoalan dapat diperiksa secara objektif.












