Eksklusif: Anggota DPRK Aceh Singkil Bantah Tuduhan Mesum, Klaim Dijebak dan Menjadi Korban Pengeroyokan Sadis

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Aceh Singkil | liputankpk.com ~ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil berinisial H, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), akhirnya angkat bicara untuk membedah fakta di balik pemberitaan viral yang menyudutkan dirinya. Dengan tegas, legislator ini membantah tuduhan perbuatan asusila (mesum) dan mengungkap bahwa dirinya adalah korban dari aksi pengeroyokan yang terencana.

Kronologi Sebenarnya: Niat Berobat, Berujung Petaka
Dalam klarifikasi resminya pada Kamis (29/1/2026), H menjelaskan bahwa kehadirannya di sebuah rumah di Desa Sumber Mukti, Kecamatan Gunung Meriah, murni untuk menjalani pengobatan tradisional (kusuk). Saat itu, kondisi fisiknya memang sedang menurun dan membutuhkan perawatan.

“Narasi yang beredar di luar sana adalah hoaks. Saya dijebak,” tegas H. Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan pemilik rumah sudah seperti keluarga sendiri, sehingga ia sering datang untuk berobat. Pada hari kejadian, ia tiba sekitar pukul 16.00 WIB dalam kondisi pintu depan rumah terbuka lebar.

H menekankan satu fakta krusial: “Saya sedang duduk di sofa ruang tamu dengan pintu terbuka. Bagaimana mungkin tuduhan perbuatan asusila dilakukan secara sembunyi-sembunyi dalam kondisi seperti itu?”

Detik-Detik Penyerangan: “Saya Dipukul Lima Kali”
Hanya berselang 15 menit sejak kedatangannya, suasana berubah mencekam. Tiga pemuda tak dikenal tiba-tiba merangsek masuk dan satu orang langsung melakukan tindakan anarkis tanpa memberikan kesempatan bagi H untuk membela diri.

H mengaku dipukul sebanyak lima kali yang mengenai area sensitif seperti wajah hingga perut. “Saya dibentak dan dipaksa mengakui hal-hal yang tidak pernah saya lakukan. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas saya tidak berdaya saat dianiaya,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Perlawanan Hukum terhadap Fitnah dan Karakter Assassination
H menyayangkan kecepatan publik dalam menghakimi melalui media sosial berdasarkan potongan video yang tidak utuh. Bagi H, kejadian ini bukan sekadar kesalahpahaman, melainkan fitnah keji yang dirancang untuk merusak karier politik dan nama baiknya.

Ia memperingatkan dengan keras kepada pihak-pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu. “Saya siap menempuh jalur hukum. Ini sudah masuk ranah penganiayaan dan fitnah luar biasa. Saya tidak akan tinggal diam atas perusakan nama baik ini,” tegasnya.

Menanti Keadilan dan Pemulihan Nama Baik
Kini, bola panas berada di tangan pihak berwenang. H meminta masyarakat Aceh Singkil untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh penggiringan opini yang tidak berdasar. Ia berharap proses hukum dapat berjalan transparan agar integritasnya sebagai wakil rakyat dapat dipulihkan sepenuhnya.

“Saya hanya ingin kebenaran terungkap. Jangan biarkan fitnah menghancurkan segalanya,” tutup sang legislator.{*}

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *