Khutbah Idul Adha
Tema: “Kabar Gembira dan Ancaman bagi Pegawai yang Tidak Profesional”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan kepada kita untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Hari Raya Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, kejujuran, amanah, dan ketaatan. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memberi contoh pengabdian total kepada Allah, sedangkan Nabi Ismail ‘alaihissalam menunjukkan keikhlasan dan kepatuhan.
Dalam kehidupan modern saat ini, semangat kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga mengorbankan sifat curang, dusta, dan penyalahgunaan jabatan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”
(QS. An-Nisa: 58)
Dan Allah juga berfirman:
“Celakalah bagi orang-orang yang curang.”
(QS. Al-Muthaffifin: 1)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Profesi apa pun adalah amanah. Terutama bagi pegawai pemerintah, ASN, pegawai BUMN, pegawai bank, pegawai pegadaian, tenaga pelayanan masyarakat, dan seluruh aparat negara.
Jika seseorang menawarkan program pemerintah, pinjaman bank, cicilan emas, bantuan sosial, atau layanan masyarakat, maka wajib dilakukan secara:
jujur,
transparan,
profesional,
sesuai aturan,
dan sesuai akad atau perjanjian yang telah disepakati.
Jangan sampai ada pegawai yang:
menyembunyikan risiko,
mengubah isi perjanjian,
memaksa masyarakat,
memberikan janji palsu,
atau mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan jabatan.
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
:
“Barang siapa menipu, maka ia bukan golonganku.”
(HR. Muslim
)
Dalam hadis lain Rasulullah bersab
da:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari dan Musl
im)
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Kabar gembira bagi pegawai yang amanah dan profesional.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bers
abda:
“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang benar, dan para syuhada.”
(HR. Tirm
idzi)
Jika pedagang yang jujur mendapat kedudukan mulia, maka pegawai yang melayani masyarakat dengan amanah juga akan mendapat pahala besar di sisi Allah.
Bayangkan seorang pegawai yang:
menjelaskan program dengan benar,
tidak mempersulit masyarakat,
tidak mengambil hak orang lain,
bekerja sesuai SOP dan aturan negara,
menjaga akhlak dan tutur kata,
maka itu termasuk ibadah dan jihad pelayanan.
Namun ada ancaman keras bagi pegawai yang tidak profesional.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam be
rsabda:
“Tidaklah seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rakyat lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah haramkan baginya surga.”
(HR. Bukhari dan
Muslim)
Na’udzubillahi min dzalik.
Jamaah sekalian,
Dalam sejarah Islam terdapat teladan dari Umar bin Khattab. Beliau sangat tegas terhadap pejabat yang menyalahgunakan amanah. Bahkan lampu negara pun tidak dipakai untuk kepentingan pribadi.
Begitu pula Muhammad dikenal dengan gelar Al-Amin, yaitu orang yang terpercaya dan jujur sebelum menjadi nabi.
Artinya, kejujuran dan profesionalitas adalah akhlak para nabi dan orang saleh.
Maka pada Hari Raya Idul Adha ini:
mari kita menjadi pegawai yang amanah,
pemimpin yang adil,
pelayan masyarakat yang jujur,
dan pekerja yang profesional.
Jangan menjadikan jabatan sebagai alat menipu masyarakat. Jangan menawarkan program di luar kesepakatan dinas dan aturan pemerintah. Jangan memanfaatkan ketidaktahuan rakyat demi keuntungan pribadi.
Karena jabatan hanyalah sementara, sedangkan pertanggungjawaban di hadapan Allah sangatlah berat.
Allah b
erfirman:
“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu…”
(QS. At-Tau
bah: 105)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang jujur, amanah, profesional, dan diberkahi rezekinya.
Penutup Doa:
Allahumma aslih wulatana wa muwazhzhafina wa jami’a khuddamil mujtama’.
Ya Allah, perbaikilah para pemimpin kami, para pegawai kami, dan seluruh pelayan masyarakat kami.
Ya Allah, jadikan mereka orang-orang yang jujur, amanah, dan takut kepada-Mu.
Ya Allah, jauhkan bangsa kami dari korupsi, penipuan, dan penyalahgunaan jabatan.
Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penulis ; Amin
Editor :Adiw












