Kadis Pertanian Pangkep Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman untuk Kesejahteraan Petani

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kadis Pertanian Pangkep Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman untuk Kesejahteraan Petani

LiputanKPK.com. Pangkep — Tim Investigasi Media LiputanKPK.com bersama Tribuntujuhwali.com menggelar silaturahmi sekaligus wawancara langsung dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhiddin, di Kantor Dinas Pertanian Pangkep, Selasa (13/01/2026).

Pertemuan tersebut membahas visi dan misi Dinas Pertanian Pangkep ke depan, khususnya dalam mendukung program penguatan pangan nasional dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dalam keterangannya, Kadis Pertanian Muhiddin menegaskan bahwa pihaknya menjalankan amanah yang diberikan oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman terkait penguatan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Dengan amanah yang kami terima, insya Allah kami akan terus berupaya mensejahterakan masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Pangkep,” ujar Muhiddin.

Lebih lanjut, Muhiddin menjelaskan bahwa visi dan misi Bupati Pangkep menjadi landasan utama dalam meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) serta Indeks Pertanaman (IP) sebagai indikator penting dalam mendukung kesejahteraan petani daerah.

Ia juga mengakui bahwa secara luasan lahan, Kabupaten Pangkep tidak sebesar daerah sentra pertanian lain seperti Bone, Pinrang, Sidrap, dan Wajo. Namun demikian, Pangkep tetap mampu memberikan kontribusi produksi pertanian yang surplus.

“Memang kita tidak memiliki luasan pertanian sebesar daerah lain. Luas lahan pertanian di Pangkep sekitar 16 ribu hektare, tetapi alhamdulillah produksi kita masih mampu melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat Pangkep sendiri,” jelasnya.

Muhiddin menambahkan, surplus produksi tersebut belum bisa dijadikan barometer Pangkep sebagai sentral utama produksi pangan karena keterbatasan infrastruktur dan efektivitas lahan. Salah satunya adalah wilayah irigasi Tabo-Tabo yang mencakup sekitar 6 ribu hektare, namun saat ini belum berfungsi secara optimal.

“Karena keterbatasan itu, kita tidak bisa meng-cover semua areal. Maka solusi yang harus kita dorong adalah peningkatan Indeks Pertanaman,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan IP dapat dilakukan melalui intensifikasi pola tanam, dari yang sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun, menjadi dua hingga tiga kali tanam. Pola tersebut dapat dikombinasikan antara padi dan palawija sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan daerah.

“Bagaimana pun, swasembada pangan ini harus kita dukung dengan peningkatan Indeks Pertanaman. Semua kebutuhan penunjangnya akan kita identifikasi dan kita komunikasikan langsung ke pemerintah pusat agar mendapat dukungan maksimal untuk Kabupaten Pangkep,” tutup Muhiddin.

Redaksi: Muh. Ilham Nur

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *