Keteladanan Gus Maksum Jauhari: Dari Silat hingga Merawat Kerukunan Antarumat Beragama di Kediri

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

 

Memori Kediri PP pesantren lirboyo kediri 2000-2001:liputankpk.com-Ulama kharismatik dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Gus Maksum Jauhari dikenal luas bukan hanya karena keahlian bela diri dan kesaktiannya, tetapi juga perannya sebagai tokoh pemersatu dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dalam berbagai kesempatan, beliau aktif menggelar kegiatan di aula muktamar yang menghadirkan perwakilan tokoh lintas agama di Kota Kediri dan Jajaran pemerintahan kota Kediri . Forum tersebut menjadi ruang dialog, silaturahmi, dan penguatan nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Tiga tokoh NU yang sering mengisi Kerukunan antar umat beragama di aula muktamar lirboyo kediri

Salah satu mantan santri Lirboyo’ Mohammad/Mamad mengisahkan pengalamannya pada tahun 2000–2001. Saat itu, bertepatan dengan masa liburan pondok, banyak santri telah pulang ke daerah masing-masing. Namun, sebagian santri yang masih menetap tetap diajak untuk menghadiri kegiatan tersebut.

“Setiap ada acara, ada hadem khusus yang mengajak santri untuk hadir. Karena banyak hadem berasal dari Madura, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Malang, maka asrama-asrama dari daerah tersebut sering didatangi, termasuk asrama Probolinggo depan Warung Depo,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat dua kali mengikuti kegiatan tersebut dan merasakan langsung suasana kebersamaan lintas agama yang hangat dan penuh penghormatan.

Dalam salah satu sambutannya, Gus Maksum Jauhari menyampaikan bahwa dirinya memberi perhatian khusus kepada etnis Madura. Hal ini dilatarbelakangi oleh realitas sosial saat itu, di mana konflik seperti carok masih kerap terjadi.

“Pendekatan beliau bukan untuk menyudutkan, tetapi justru untuk merangkul dan membina. Beliau ingin agar nilai-nilai agama menjadi jalan damai, bukan sumber konflik,” lanjutnya.

Penyuluhan Lewat Keteladanan

Apa yang dilakukan Gus Maksum Jauhari sejatinya merupakan bentuk penyuluhan sosial-keagamaan yang nyata. Tidak hanya melalui ceramah, tetapi juga melalui aksi langsung yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Kegiatan lintas agama yang digagasnya menjadi bukti bahwa kerukunan tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus dihadirkan dalam bentuk pertemuan, dialog, dan kebersamaan.

Di tengah keberagaman bangsa Indonesia, pendekatan seperti ini menjadi sangat relevan. Masyarakat diajak untuk saling mengenal, menghormati, dan mengedepankan nilai persaudaraan kemanusiaan.

Keteladanan ini menjadi pesan penting bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis.

Penulis : Amin

Editor   : AdiM

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *