Kisah Heroik Pengawal Demokrasi di “Negeri Betuah”: Bawaslu Aceh Singkil Rilis Buku Inspiratif “Orkestrasi Brigade Pengawal Demokrasi”

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Aceh Singkil, | LiputanKPK.com ~ Dedikasi tanpa batas dalam menjaga pilar demokrasi di Kabupaten Aceh Singkil kini terabadikan dalam sebuah karya monumental. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Singkil secara resmi menyerahkan buku berjudul “Orkestrasi Brigade Pengawal Demokrasi Negeri Betuah Aceh Singkil” kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil pada Rabu, 15 Oktober 2025. Buku ini merupakan buah kolaborasi inspiratif dari H. Syamsul Arifin, S.H.; Immam Mufakkir, S.H.; dan Tim Sekretariat Bawaslu Kabupaten Aceh Singkil.

Bukan sekadar dokumentasi biasa, dimana buku-buku ini menuturkan kisah-kisah heroik dan perjuangan tak kenal lelah jajaran Bawaslu Aceh Singkil dalam mengawal setiap tahapan Pemilihan Presiden dan Legislatif. Dari wilayah perkotaan hingga pelosok terpencil seperti Pulau Balai, semangat integritas para pengawas pemilu tak pernah padam.

Salah satu kisah yang paling menyentuh hati dan inspiratif adalah perjuangan Bang Zainal Abidin, seorang pengawas desa yang gigih menjalankan tugas pengawasan meski dalam kondisi sakit. Kisahnya menjadi cerminan nyata dari semangat tanggung jawab dan dedikasi tinggi yang melekat pada setiap individu pengawas. “Semangat dan tanggung jawab tinggi seperti ini menunjukkan betapa pentingnya peran pengawas dalam menjaga integritas demokrasi di tingkat akar rumput,” demikian salah satu kutipan dalam buku tersebut. Kisah Bang Zainal Abidin ini menegaskan bahwa pengawasan pemilu adalah kerja kemanusiaan yang membutuhkan ketulusan dan pengorbanan.

Dalam acara penyerahan yang berlangsung hangat, Ketua Bawaslu Aceh Singkil, H. Syamsul Arifin, S.H., menegaskan bahwa penerbitan buku ini memiliki tujuan mulia. “Buku ini adalah upaya kami untuk meningkatkan literasi kelembagaan dan menjadi media edukasi yang efektif bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat memahami lebih dalam tentang kompleksitas tugas serta vitalnya fungsi pengawasan pemilu yang diemban oleh Bawaslu,” tutur Syamsul. Ia menambahkan, “Melalui buku ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya partisipasi aktif dan pengawasan bersama dalam setiap proses demokrasi, demi terwujudnya pemilu yang jujur dan adil.”

Sambutan positif datang dari Plh. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil, Ali Hasmi, S.E., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Bawaslu dalam memperkaya khazanah literasi lokal Aceh Singkil. “Buku ini bukan hanya sekadar menambah koleksi perpustakaan kami, tetapi yang lebih penting, ia akan memperluas wawasan masyarakat tentang peran strategis Bawaslu dalam mengawal dan memastikan integritas pesta demokrasi di Aceh Singkil,” ungkap Ali Hasmi. Ia juga berharap buku ini dapat menjadi referensi berharga bagi peneliti, akademisi, dan generasi muda yang ingin mempelajari lebih jauh tentang dinamika demokrasi di daerah.

Penyerahan buku “Orkestrasi Brigade Pengawal Demokrasi Negeri Betuah Aceh Singkil” ini menjadi tonggak penting dalam menumbuhkan budaya literasi politik dan kelembagaan di Kabupaten Aceh Singkil. Ini adalah bukti nyata sinergi yang kuat antara lembaga pengawas pemilu dan instansi perpustakaan dalam mengedukasi masyarakat, membimbing mereka menuju pemahaman demokrasi yang lebih matang, partisipatif, dan berintegritas. Buku ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta aktif dalam menjaga dan memperkuat demokrasi di “Negeri Betuah” Aceh Singkil.{*}

[Khalikul Sakda]

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *