Ortu Siswa Kecewa, Oknum Guru dan Security Diduga Bersikap Arogan Saat Klarifikasi di Sekolah MTsN Sibolga

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

https://www.liputankpk.com//Sibolga, Sumatera Utara – Suasana pertemuan antara orang tua siswa dan pihak sekolah di MTsN Sibolga mendadak memanas pada selasa(10/02/2026) Salah satu orang tua mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari oknum guru dan petugas keamanan (security) saat mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi terkait persoalan yang menimpa anak mereka terkait bully yang di alami anaknya,
Kejadian tersebut disebut berlangsung pada jam sekolah ketika orang tua siswa datang secara langsung ke lingkungan madrasah untuk menyampaikan keluhan.

Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan yang kurang menyenangkan hati, mereka mengaku justru menghadapi sikap yang dinilai arogan.
Oknum Guru Diduga Memukul Meja,
Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa saat proses dialog berlangsung di ruang sekolah, terjadi ketegangan. Ia menyebut seorang oknum guru sempat memukul meja saat pembicaraan berlangsung.

“Tujuan kami datang baik-baik untuk mempertanyakan kondisi anak kami. Tapi suasana jadi tegang. Ada guru yang memukul meja dengan keras saat berbicara,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, tindakan tersebut membuat orang tua merasa terintimidasi dan tidak dihargai sebagai wali murid yang memiliki hak untuk mengetahui perkembangan dan kondisi anaknya di sekolah yang dimengalami pembullyan.

Security berinisial”MM”Dinilai Kurang Humanis
Selain sikap oknum guru, orang tua juga menyoroti tindakan petugas keamanan sekolah. Mereka menilai security”MM”terlalu keras dalam membatasi akses dan komunikasi.

“Security “MM” seperti menghalangi dan berbicara dengan nada tinggi. Padahal kami hanya ingin bertemu pihak kepala sekolah secara baik-baik,” ungkap orang tua.

Orang tua wali murid berharap pihak sekolah dapat mengevaluasi cara komunikasi dan pendekatan terhadap orang tua siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada konflik.

Harapan Transparansi dan Profesionalisme
Para orang tua menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk meminta kejelasan atas persoalan yang terjadi. Mereka berharap pihak sekolah dapat bersikap lebih terbuka, profesional, dan mengedepankan etika komunikasi.

Dalam konteks pendidikan, kolaborasi antara sekolah dan orang tua dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi siswa. Sikap saling menghormati menjadi kunci dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen MTsN Sibolga belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi kepada kepala sekolah masih terus dilakukan.

orang tua wali murid berharap pada instansi pendidikan kemenag dan wakil rakyat DPRD kota sibolga membantu untuk menindak lanjuti peristiwa ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Tim: media liputan kpk

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *