Langkat, liputankpk.com
Jumat, 4 September 2026 — Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Langkat secara resmi menyatakan keberhasilan penyelenggaraan pagelaran budaya bertajuk Arena Melayu, Berkarya, Otentik, dan Inspiratif (AMBOI) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 27 hingga 29 Agustus 2026, meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat Kabupaten Langkat, yang secara luas menyampaikan harapan agar acara serupa dapat kembali digelar di tahun-tahun mendatang.

Pagelaran AMBOI 2026 menjadi wadah kreativitas sekaligus pelestarian budaya bagi para seniman, budayawan, generasi muda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menampilkan kekayaan warisan budaya Melayu di Kabupaten Langkat. Selama tiga hari penyelenggaraan, berbagai kegiatan digelar secara meriah, meliputi lomba syair, lomba pantun, tari persembahan, pameran kuliner khas Melayu, hingga dialog budaya yang menghadirkan tokoh adat dan pemuda. Kehadiran serta partisipasi aktif Petuah Tengara turut menyemarakkan pergelaran budaya ini dengan keterlibatan yang penuh semangat dan dedikasi.

Ketua PD MABMI Kabupaten Langkat, H. Muhammad Suhaimi, S.STP., M.SP., Saat di temui Tim Media menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam terselenggaranya acara ini.
“AMBOI 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Melayu di Langkat tetap hidup, terus tumbuh, dan terus berkarya. Kami ingin generasi muda bangga menjadi bagian dari keluarga besar Melayu, berkarya secara otentik, dan semoga hal ini dapat menginspirasi daerah lain untuk turut melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya pagelaran ini secara sukses dan khidmat, PD MABMI Kabupaten Langkat berharap nilai-nilai adat istiadat, bahasa, serta seni budaya Melayu dapat terus dilestarikan, dikembangkan, dan menjadi jati diri yang membanggakan masyarakat Kabupaten Langkat.
Di samping itu, antusiasme dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat terlihat dari harapan yang disampaikan secara luas, yaitu agar kegiatan AMBOI dapat terus dihadirkan di tahun-tahun berikutnya sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menjaga kelestarian warisan leluhur.
Kaperwil Sumut












