Perancang Busana Asal Dramaga Raih Avant-Garde Award di Australian Wearable Art Festival 2026

Dokumentasi LiputanKPK.com
NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kabupaten Bogor, Jawa Barat || LiputanKPK.com
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Kabupaten Bogor di kancah internasional. Perancang busana asal Dramaga, Kabupaten Bogor, Laras Andriyani, berhasil meraih penghargaan Avant-Garde Award dalam ajang Australian Wearable Art Festival (AWAF) 2026.

Penghargaan tersebut diraih Laras melalui karya bertajuk “Silent Luminous”, sebuah rancangan busana yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga mengangkat konsep pemanfaatan material ramah lingkungan. Berbeda dengan busana pada umumnya, karya Laras menggunakan serat daun nanas sebagai material utama. Bahan tersebut berasal dari limbah pertanian yang selama ini kerap terbuang setelah proses panen.

Pemanfaatan serat daun nanas menjadi bagian penting dari gagasan Laras dalam menciptakan karya seni yang memiliki nilai keberlanjutan sekaligus tetap memiliki daya tarik visual di atas panggung. Dalam proses kreatifnya, Laras tidak bekerja seorang diri. Koleganya dari Bogor, Raksa, turut berkontribusi meski dilakukan dari jarak jauh.

Raksa membantu mempersiapkan berbagai elemen pendukung penampilan karya, mulai dari mood board pencahayaan, video latar, hingga musik yang digunakan untuk memperkuat atmosfer “Silent Luminous” ketika ditampilkan di atas panggung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keseluruhan pengalaman visual dan artistik dari karya Laras.

Bagi Laras, penghargaan yang diraihnya bukan sekadar pencapaian dalam dunia fesyen. Prestasi tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan personalnya sebagai orang Indonesia yang kini berkarya jauh dari tanah kelahirannya. Ia mengaku bersyukur sekaligus emosional ketika menerima penghargaan tersebut.

“Sangat bersyukur dan cukup emosional. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap karya, tetapi juga perjalanan panjang saya sebagai orang Indonesia yang sekarang berkarya jauh dari rumah dan ingin tetap membawa suasana rumah itu ke dalam suatu karya,” ucap Laras.

Keberhasilan Laras melalui “Silent Luminous” sekaligus menunjukkan bahwa material yang selama ini dipandang sebagai limbah pertanian dapat diolah menjadi karya seni bernilai tinggi.

Dari Dramaga, Kabupaten Bogor, Laras membawa kreativitas dan identitas Indonesia ke panggung internasional melalui karya yang memadukan fesyen, seni, teknologi visual, serta kepedulian terhadap lingkungan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *