Torang Samua Basudara: KBCT Wujudkan Kota Bitung yang Damai dan Harmonis

NEWS UPDATE
LIPUTAN
KPK .COM
P T .S U A R A W A R T A N U S A N T A R A
S W N
───────────────────────────────────

Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sulut | Media LiputanKPK.Com — baru saja menyaksikan langkah bersejarah dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan antar umat beragama. Komunitas Bitung Cinta Toleransi (KBCT) menggelar rapat perdana di Kafe JACP, Taman Kesatuan Bangsa, pada 30 Oktober 2025.

Pertemuan ini menjadi tonggak awal dalam memperkuat semangat kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung. Dalam rapat yang berlangsung penuh keakraban tersebut, para anggota berhasil merampungkan struktur kepengurusan KBCT. Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, menjadi tempat lahirnya komunitas ini.

Struktur kepengurusan KBCT terdiri dari Ketua Arle Kristi Pongoh, Wakil Ketua Adrianto Kaiko, Sekretaris Nurhayati Abdullah, SH, dan Wakil Sekretaris Tetty Mangolo. Bendahara Penatua Buang Pangerapan juga terpilih dalam kepengurusan ini.

Bidang Akomodasi dipimpin oleh Handris Lihawa, sementara Bidang Humas dipegang oleh Randi Christ Pontoh dan Harto Sofyan Mamonto. Bidang Acara & Perlombaan dipimpin oleh Eduard Sambe, dengan anggota Eduard HaniKo, Renaldo Kumaunang, dan Meyke S Ganap.

Bidang Perlengkapan dipimpin oleh Kifli Tinango, dengan anggota Dio KOA-Gow, Bobby Mentang, dan Melky Makalalube. Bidang Keamanan dipimpin oleh Vijay D, dengan anggota Ridwan Musa dan Zulkarnaim Mopangga.

Bidang Transportasi dipimpin oleh Farid Maka, sementara Bidang Dekorasi dipimpin oleh Richard Bawuoh, dengan anggota Aldi Maramis. Dewan Penasehat diisi oleh Victor Mandak, SH, seorang Pengacara Advokat.

Ketua terpilih, Arle Kristi Pongoh, menyampaikan bahwa program utama KBCT adalah mengadakan kegiatan positif yang mempererat kebersamaan antar warga. Beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan antara lain Lomba Cerdas Cermat Alkitab dan Lomba Krismes Idol untuk kategori anak-anak dan dewasa. Ujar,” Arle Kristi Pongoh

Tujuan KBCT adalah menanamkan nilai cinta kasih, toleransi, dan kebersamaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Arle berharap KBCT dapat menjadikan Bitung sebagai kota yang dikenal karena kerukunan dan kedamaiannya, sesuai dengan semboyan “Sitou Timou Tumou Tou” yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

Semboyan ini menjadi landasan utama KBCT dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan antar umat beragama. Dengan demikian, KBCT berharap dapat mewujudkan masyarakat Bitung yang harmonis dan damai, di mana semua orang dapat hidup bersama sebagai saudara, sesuai dengan semboyan “Torang Samua Basudara”.

Pemerintah Kota Bitung melalui Wali Kota Hengky Honandar memberikan apresiasi atas terbentuknya komunitas ini. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang menumbuhkan semangat toleransi dan kebersamaan lintas agama.

Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Walikota Randito Maringka menekankan pentingnya kebersamaan di tengah kemajemukan Kota Bitung. Dengan adanya KBCT, diharapkan nilai persaudaraan dan kebersamaan antar umat semakin kuat.

KBCT siap menjadi motor penggerak harmoni sosial dan teladan bagi daerah lain dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan. Dengan terbentuknya kepengurusan resmi ini, KBCT siap melangkah untuk mewujudkan tujuannya.

KBCT berharap dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan. Dengan demikian, KBCT dapat memberikan kontribusi signifikan bagi keharmonisan masyarakat Bitung.

Masyarakat Bitung sangat berharap dengan adanya KBCT, nilai persaudaraan dan kebersamaan antar umat semakin kuat. KBCT siap menjadi pelopor dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan di Kota Bitung.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, KBCT dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun Kota Bitung yang lebih harmonis dan damai. KBCT adalah contoh nyata bahwa perbedaan agama dapat menjadi kekuatan, bukan penghalang.

KBCT terbentuk atas dasar kolaborasi lintas agama yang melibatkan unsur Kristiani, Muslim, Hindu, Budha, dan Konghucu. Semangat bersama untuk menjaga dan memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat Bitung menjadi landasan utama komunitas ini.

Melalui kegiatan positif dan semangat kolaborasi lintas agama, KBCT dapat memberikan kontribusi signifikan bagi keharmonisan masyarakat Bitung. KBCT menjadi contoh bagi komunitas lainnya dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan.

Kota Bitung kini memiliki komunitas yang siap menjadi garda terdepan dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan. Dengan KBCT, masyarakat Bitung dapat hidup lebih harmonis dan damai.

KBCT siap menjadi pelopor dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan di Kota Bitung. Dengan demikian, Kota Bitung dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan.

Dalam jangka panjang, KBCT berharap dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mempromosikan toleransi dan kebersamaan. Dengan demikian, KBCT dapat memberikan kontribusi signifikan bagi keharmonisan masyarakat Bitung dan Indonesia secara keseluruhan. (Team)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *